Rumah Apung yang Tak Kunjung Berpenghuni

Sungguh miris, kondisi rumah apung di labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, diketahui mulai tampak kropos dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Tak ayal, sebab sejak rampung dikerjakan, bangunan tersebut tak kunjung ditempati. Hanya satu alasan yang dapat dilontarkan pihak berwenang, “kontraktor belum menyerahkannya, karena masih dalam proses pemeliharaan.”. Bagaimanapun, kerusakan yang terjadi pada bangunan rumah apung menyiratkan, bahwa perusahaan pelaksana proyek tidak mengedepan kualitas dalam pekerjaannya. Kontraktor yang diamanatkan untuk mengerjakan proyek itu terkesan, yang penting selesai dan mendapatkan keuntungan. Padahal sesuai amanat undang-undang, Setiap proyek publik harus mengutamakan kualitas, agar umur pemakaiannya panjang. Tidak boleh mengejar keuntungan semata, sehingga harus mengabaikan kualitas. Ada pelajaran yang dapat dipetik oleh pemerintah atas kondisi kualitas fisik rumah apung tersebut, bahwa semua hasil karya kontraktor, harus dilihat dan cek terlebih dahulu secara teliti sebelum diterima. Sekali lagi, harus dicek secara seksama kualitas pekerjaan, jangan diterima jika proyek tidak berkualitas. Pemerintah setempat juga tidak boleh tinggal diam. Kontraktor pelaksana harus didesak untuk segera memperbaikinya, jika didapati adanya gejala kerusakan pada bangunan. Jangan sampai ketika masyarakat menempati, bangunan tiba-tiba ambruk. Apalagi, rumah apung itu direncanakan akan ditempati pada oktober 2016 mendatang. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Irawan: Itu Adalah Tindakan Melawan Hukum Taliwang, KOBAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa Barat…