Pelaksanaan UN Harus Bermartabat

Paradigma tentang Ujian Nasional (UN) perlahan mulai berubah, namun masih saja tetap ada praktik pembocoran kunci jawaban yang berseliweran di tengah berlangsungnya ujian. Harus diakui bahwa pelaksanaan UN telah melahirkan penyimpangan. Hal itu disebabkan adanya keinginan untuk menaikkan gengsi suatu sekolah, untuk mengatrol ambisi guru dan kepala sekolah, serta untuk menaikkan popularitas dan keberhasilan kepala daerah atau kepala dinas terkait, maka terjadilah pelanggaran kolektif. Para guru memberitahukan jawaban soal di menit-menit akhir ujian, membocorkan soal, mengirim pesan singkat melalui handphone, dan seterusnya. Fenomena klasik itu harus disikapi serius oleh seluruh elemen pendidikan baik internal maupun eksternal. Yang dibutuhkan sekarang adalah gerakan UN bersih. Siswa harus mampu melampaui sistem evaluasi secara jujur sesuai dengan kemampuan. Meskipun kepala daerah, kepala dinas, atau kepala sekolah, atau siapa pun yang membocorkan soal ujian itu, peserta ujian harus merasa malu menerima bocoran tersebut, sehingga mereka melaksanakan ujian sesuai kemampuan. Aparat berwajib harus menjatuhkan sanksi bagi pembocor ujian secara serius, bukan basa-basi, apalagi sekadar aksi di depan publik. Sebab jika tidak, niscaya UN justru akan menciptakan mental curang pada generasi penerus bangsa. Prestasi Yes, Jujur Harus!. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Banyak Kendaraan Dinas Asal Pakai dan Tak Terurus” Taliwang, KOBAR - Penggunaan dan pemeliharaan kendaraan operasional…