Pariwisata Sumbawa Barat Perlu Regulasi Kuat

Kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun ke Sumbawa Barat terus meningkat, khususnya ke gugusan pulau Gili Balu, Poto Tano. Tapi sayang tidak dibarengi dengan regulasi yang kuat. Wisatawan hanya datang dengan gratis serta leluasa menikmati pesona alam yang ada. Padahal, pariwisata adalah sebuah industri dan investasi zaman modern yang tentunya memberikan azas manfaat bagi pemilik aset. Khusus di Pulau Kenawa misalnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dari tahun ke tahun memberikan perhatian lebih terhadap salah satu gugusan gili tersebut, termasuk membangun infrastruktur penunjang. Diantaranya, pembangunan jembatan, jamban, gazebo, dan aneka fasilitas pendukung lainnya. Jika dikalkulasikan, ada sekitar miliaran rupiah tersedot dari kantong APBD untuk pembangunan dan pengembangannya. Instansi terkait, mestinya mampu merespon itu dengan membuat regulasi. Misalnya, setiap wisatawan yang ingin berdarmawisata, minimal ditarik karcis atau tiket, sehingga mereka bisa berkontribusi buat daerah. Atau dinas terkait setidaknya menyediakan lahan parkir, sehingga legal untuk menarik retribusi parkir. Kita harus belajar dengan daerah yang industri pariwisatanya sudah maju, seperti pulau Bali dan pulau lombok, mereka menjual pesona alam terikat dalam sebuah kontrak kerjasama dengan investor dan juga travel agent. Sehingga mampu memberikan keuntungan bagi daerah yang dananya masuk melalui pos Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jangan lagi kita terpukau dengan kepopuleran sumber daya alam yang kita miliki, tanpa ada manfaat apapun yang bisa diraih. Kerbau punya susu, sapi punya nama. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Ahmad:  Sudah Tahu Lahan Bermasalah, Malah Proyek  Jalan Terus Taliwang, KOBAR - Proyek Rumah Apung di…