Krisis Air Bersih Masih Jadi Momok

Persoalan krisis air bersih hingga saat ini masih menjadi momok beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terutama di Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Seteluk. Hampir setiap tahun, masyarakat di dua kecamatan itu menjerit kesulitan air bersih ketika musim kemarau tiba. Apalagi bencana gempa bumi yang belum lama ini menerjang, membuat persoalan yang mendera semakin bertambah. Walau diketahui bahwa selama ini Pemerintah telah membangun sejumlah sumur bor di beberapa titik wilayah yang sering kali dilanda krisis air bersih saat musim kemarau, namun acap kali ketika puncak musim kemarau tiba, sejumlah sumur bor dan fasilitas air bersih tersebut malah macet dan tidak mengucurkan air. Yang paling mengenaskan, adalah Desa Mantar. Posisi Mantar yang berada di daerah ketinggian, di musim kemarau panjang, seperti sekarang ini, warga desa itu selalu kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur-sumur yang ada mengering, bahkan mata air “ai mante” yang jernih berubah warna, dan debit airnya pun menipis. Berkali-kali pemerintah daerah menjanjikan akan menaikkan air dari bawah ke desa mantar, namun entah kapan itu terwujud. Persoalan seperti ini sepertinya tak akan kunjung usai, ketika perencanaan dan pemetaan persoalan tidak dilakukan dengan serius, dan dilaksanakan dengan sepenuh hati. **

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“IJS Demi Praja Wibawa” Taliwang, KOBAR - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2018, telah mengamanatkan,…