);

Dilema Toko Retail Modern Yang Menjamur

Keberadaan toko retail modern yang semakin menjamur disadari atau tidak mengancam pedagang pasar dan toko tradisional. Hampir di setiap keramaian berdiri toko retail modern baik berupa minimarket waralaba, maupun toko modern. Apalagi jumlahnya kian banyak. Di Kota Taliwang saja ada belasan titik toko retail modern yang tersebar di berbagai sudut kota. Tidak hanya di kota, keberadaan minimarket tersebut pun telah masuk perkampungan dan pelosok Desa.

Konsep swalayan (melayani sendiri) praktis, ruangan ber AC dengan harga kadang sedikit lebih mahal, sungguh memanjakan konsumen. Di satu sisi memang kenyataannya tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran toko modern banyak membantu. Namun di sisi lain keberadaannya menjadi bumerang yang secara tidak langsung menggusur dan menyudutkan eksistensi pasar tradisional. Pasar warisan leluhur yang sudah terbangun selama berabad-abad lalu.

Sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Kepala Daerah-nya masing-masing telah membuat aturan pengendalian terhadap berdiri toko retail modern ini. Ada yang mengatur beberapa hal krusial, diantaranya, soal jarak dengan pasar tradisional minimal 500 meter dan antar minimarket minimal 250 meter. Di samping itu, toko modern harus menjual produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) daerah setempat. Diatur pula mengenai sanksi jika tidak bersedia menjual produk UMKM setempat, maka izinnya ditinjau kembali dan bisa dicabut sewaktu-waktu.

Baca Juga :  4 Parpol Siap Usung Musyafirin Sebagai Bacabup KSB

Seperti yang terjadi baru-baru ini di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Selasa (8/10), seluruh gerai retail modern milik Indomaret ditutup Pemerintah setempat, karena izinnya habis, dan tidak diperpanjang karena banyak klausul pasal perjanjian yang tidak dipenuhi. Terutama soal bersedianya pihak manajemen Indomaret untuk menjual produk UMKM setempat.

Dilematis memang, sementara diketahui bahwa sejumlah produk UMKM setempat banyak yang belum memenuhi standar mutu, dan tidak mampu berproduksi sesuai kebutuhan pasar. Di lain sisi, mayoritas karyawan toko retail modern yang ada adalah penduduk daerah setempat. Jika toko modern ditutup, lapangan kerja mereka hilang. Sedangnya lapangan kerja yang tersedia di daerah ini begitu sedikit dan terbatas. Hadeee…… **

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Sejak Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbentuk hingga menjelang usianya ke-16, sejumlah program…