);

Mimpi Itu Bernama Smelter

Rencana pembangunan fasilitas pemurnian (Smelter) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) kembali mencuat, padahal persoalan ini sudah menjadi ‘lagu lama’. Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) mewajibkan perusahaan pertambangan melakukan pemurnian untuk meningkatkan nilai tambah produk pertambangan paling lambat pada 2014. Kemudian Pemerintah memundurkan batas waktunya menjadi 2022. UU Minerba mensyaratkan pengelolaan minerba tidak boleh dilakukan hanya dengan mengekspor bahan mentah, tetapi harus diolah di dalam negeri. Dengan begitu, dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi negara, pengelolaan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sebagai petunjuk pelaksanaan pengelolaan mineral dan batubara, Pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2017 beserta Peraturan Menteri ESDM sebagai regulasi turunannya, untuk mempercepat peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri. Namun apa lacur, semenjak PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) masih bercokol di Batu Hijau hingga hengkang digantikan PTAMNT, Smelter tak juga terwujud. Kini ‘lagu’ itu kembali diputar. **

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

Baca Juga :  PBB dan Gerindra Tetap Berhak Isi Kursi Pimpinan DPRD KSB

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Poto Tano, KOBAR – Saat membuka pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK)…