“Menyayangi dan Menghargai Lawan”

Selama mengikuti perjalanan Kyai Zul (DR KH Zulkifli Muhadli SH MM) di pulau Sumbawa dan  Pulau Lombok, banyak hal yang bisa dijadikan contoh dari calon Gubernur NTB 2013 – 2018 itu. Tidak hanya program yang ditawarkan, attitude (sikap dan prilaku) Bupati KSB itu dan Calon Wakil Gubernur yang akan mendampinginya (Prof DR Ir H Muhammad Ichsan MS) – bahkan terhadap rival politiknya di ajang Pilgub NTB –  juga menjadi nilai plus di mata masyarakat.

(Catatan Roadshow ZUL ICHSAN oleh: KHAIRIL ZAKARIAH*)

Ruangan Narmada Convention Hall di Mataram, sudah ramai, meski kursi-kursi  yang melingkari meja-meja bulat di bagian depan dekat panggung masih kosong. Ketua dan Komisioner KPU NTB sudah hadir semua. Mereka duduk berjejer di belakang meja, di atas panggung. Hadir juga para Muspida, birokrat, komisioner KPU daerah dan komponen lain yang duduk di kursi terpisah di depan. Ribuan simpatisan dan tim pemenangan pasangan calon, mengisi deretan-deretan kursi di belakang meja calon Gubernur dan wakil Gubernur yang mereka dukung. Yel-yel dukungan untuk pasangan masing-masing tidak henti-henti memekakkan telinga. Hari itu, Rabu 27 Maret, KPU NTB menggelar kegiatan penarikan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB Periode 2013-2018.

Pasangan TGH Zainul Majdi – Muhammad Amin (TGB – AMIN) yang pertama tiba di lokasi. Mereka berjalan kaki dikawal puluhan anggota Pengamanan Partai Golkar, diiringi ratusan simpatisan dan sejumlah pengurus parpol pengusung lainnya, lengkap dengan bendera parpol masing-masing. Sekitar 15 menit kemudian, pasangan Suryadi Jaya Purnama – Johan Rosihan (SJP – JOHAN) menyusul. Mereka disambut ratusan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah berbaris rapi dihalaman gedung, lalu mengiringi pasangan satu partai itu ke dalam ruangan. Pasangan Harun Al Rasyid – Muhyi Abidin (HARUM) menjadi yang ketiga tiba di lokasi. Sebagian simpatisan pasangan tersebut terlihat lalu lalang menggunakan kendaraan terbuka di jalan di depan gedung, berorasi mempromosikan pasangan mereka kepada para pengendara yang melintas lambat karena macet.  Terakhir, sebuah bus berwarna hitam dengan ornament putih, memasuki halaman gedung. Di bagian samping kiri kanan bus itu tertulis “Kantor Berjalan”, sementara di kaca depan tertulis “Mobile Offic”’ dan di kaca belakang terpampang poster besar pasangan KH Zulkifli Muhadli – Prof HM Ichsan MS (ZUL ICHSAN). Prof Ichsan mendahului turun, disusul Kyai Zul. Keduanya tidak terpengaruh meski disambut puluhan simpatisan pasangan calon lain yang meneriakkan  yel-yel pasangan calon mereka dengan kesan mengintimidasi. ZUL ICHSAN malah menyambut dengan senyum lebar dan lambaian tangan ke arah simpatisan itu.

Di dalam ruangan, ZUL ICHSAN tidak langsung duduk di meja bundar yang disiapkan. Usai menyapa simpatisan, Kyai Zul dan Prof Ichsan langsung menghampiri meja pasangan HARUM.  Mereka bersalaman sambil merangkul pasangan tersebut. Keduanya juga mendatangi pasangan TGB – Amin dan SJP  – Johan yang terpisah agak jauh, menyapa dan menanyakan kabar kedua pasangan itu, sambil bersalaman dan merangkul mereka, erat.  Sehari sebelumnya, dalam kegiatan yang digagas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB, Prof Ichsan menegaskan komitmen tentang Pemilukada yang berintegritas,  bermoral dan damai. Ia menyatakan Pemilukada adalah pesta demokrasi, bukan ajang untuk memilih ‘raja’, tetapi ajang memilih ‘pelayan’ masyarakat.  Layaknya pesta, sepatutnya seluruh rakyat bergembira. Ia juga tidak sepakat dengan istilah siap menang, siap kalah. “Sesungguhnya empat pasangan calon yang ada sekarang semuanya adalah pemenang yang akan berlomba untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Hanya saja, hanya satu yang akan terpilih. Siapa gubernur NTB kedepan sudah tercatat di Lauhil Mahfudz. Jadi kenapa kita harus mengorbankan silaturrahmi ?,” bebernya.

kyai zul rangkul TGBKamis (28/3), sehari setelah penarikan nomor urut pasangan calon, Kyai Zul dan Profesor Ichsan secara tidak sengaja bertemu dengan TGH Zainul Majdi (TGB) di kegiatan Haul Syeikh Abdul Kadir Djaelani, KH Abdurrahman Wahid dan TGH M Saleh Hambali Bengkel, yang digelar di Pondok Pesantren Qomarul Huda, Desa Bagu kecamatan Peringgarata, Lombok Tengah. Pertemuan ketiga tokoh itu, terjadi secara tidak sengaja di kediaman TGH LM Turmudzi Badaruddin, pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Qomarul Huda.  Ketika acara peringatan Haul selesai, TGB bersama Tuan Guru Bagu beserta sejumlah ulama dan  pejabat lainnya langsung menuju kediaman tuan rumah yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi acara.

Kyai Zul yang sedang duduk di teras rumah bersama Prof Ichsan dan sejumlah ulama dan jemaah langsung berdiri menyambut. Ia langsung menyalami dan memeluk TGB. Usai bersalaman TGB langsung masuk ke dalam rumah untuk makan siang. Cukup lama. Sementara Tuan  Guru Bagu sempat keluar menyapa dan berbicara dengan Kyai Zul di teras. Beberapa saat kemudian, TGB diiringi tuan rumah keluar ke teras. Ia langsung berpamitan dan bersalaman, termasuk dengan Kyai Zul. Para jemaah dan sejumlah tokoh yang hadir di tempat itu terlihat gembira menyaksikan dua kandidat Kuat Calon Gubernur NTB itu bertemu, bersalaman dan saling berangkulan. Mereka kemudian meminta keduanya untuk berfoto bersama. Meski sempat terlihat canggung, TGB tidak bisa menolak permintaan itu. Jemaah spontan menyerukan ‘Allahuakbar’.  Kyai Zul yang terus mengembangkan senyum sumringah, meminta Tuan Guru Bagu yang juga terlihat sumringah untuk foto bersama. Usai berfoto, TGB langsung pamit. Sementara para jemaah yang terlihat antusias, langsung berebutan meminta Kyai Zul dan Prof Ichsan untuk berfoto bersama. “Ayo kita foto bersama Gubernur Baru,” ujar beberapa jemaah sambil menarik tangan Kyai Zul. (*)

*) Penulis adalah Ketua Komunitas Pers (KOMPERS) Sumbawa Barat. 

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Data yang dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) di situs…