);

Tekan Angka Pengangguran, Bupati KSB Teken MoU Magang Jepang

Taliwang, KOBAR – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, telah menandatangani Memorandum of Undestanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Generasi Muda (LP2GM) tentang program pelatihan calon peserta pemagangan tenaga kerja di Jepang.

Penandatangan itu sendiri dilaksanakan di kantor Kementerian Tenaga Kerja (Kemenakter) di Jakarta. Ikut bertanda tangan di MoU, Direktur pembinaan pemagangan dirjen bina lattas Kemenaker, Drs Bagus Marijanto MA dan ketua DPRD KSB, Muhammad Natsir ST, MM.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans), H Abdul Hamid MPd, yang dikonfirmasi media ini mengaku, program pemagangan di Jepang itu bernama IM Japan. Program itu adalah kerjasama antara pemerintah Jepang dengan Kemenaker yang terjadi sejak beberapa tahun silam dan untuk tahun ini ada kesempatan generasi muda KSB menjadi calon peserta magang.

Baca Juga :  BAPPEDA Kebut Rancangan RPJMD

Menyinggung soal isi nota kesepahaman, pemerintah KSB sebagai pihak yang memiliki kepentingan besar diberikan kesempatan untuk menyiapkan 500 orang generasi muda KSB yang akan mengikuti pelatihan persiapan seleksi pemagangan, termasuk mempersiapkan anggaran untuk sosialisasi atas program tersebut, sementara pihak LP2GM memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pelatihan dan seleksi sesuai dengan petunjuk dari Kemenaker.

Meskipun kesempatan untuk menjadi calon peserta magang cukup terbuka, namun untuk lolos tidak gampang, lantaran calon peserta harus mengikuti sejumlah rangkaian seleksi yang cukup ketat, dimana seleksi yang dimaksud itu adalah, pra seleksi atau seleksi awal, lalu ada pelatihan bahasa jepang, kemudian ada seleksi pasca seleksi awal dan rangkaian proses itu sendiri dilaksanakan di provinsi dan pusat.

“Harapan besar pemerintah KSB, semoga banyak generasi muda kita yang lolos untuk menjadi peserta magang di Jepang, karena program praktek keterampilan IM Japan adalah program yang dilaksanakan selama 3 tahun, dimana peluang besar bagi generasi muda kita untuk mempelajari kebiasaan, keterampilan, tekhnik kerja yang tinggi dan beberapa disiplin ilmu yang cukup baik,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati KSB Sambut Baik PTNNT Cabut Gugatan Arbitrase

Masih keterangan H Hamid, IM Japan akan sepenuhnya mendukung kehidupan para peserta praktek keterampilan, karena sebelum peserta praktek keterampilan dikirim ke perusahaan penerima, dilakukan pelatihan pra pemberangkatan selama 4 bulan di Indonesia dan pelatihan 1 bulan setelah berada di Jepang. “Pendidikan kepada peserta dimulai sebelum diberangkatkan, sehingga saat ditempatkan pada perusahaan penerima, peserta sudah langsung beraktifitas,” pungkasnya. (kimt)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Tuwuh mengaku, saat ini jumlah…