Tarif Dasar Listrik Naik, Pelayanan PLN Dikeluhkan Warga

“Listrik Padam Tanpa Pemberitahuan”

Taliwang, KOBAR – Sebagian warga Taliwang Sumbawa Barat dibikin resah atas pemadaman listrik yang dilakukan si pemilik ‘setrum’, PT PLN Ranting Taliwang. Tanpa pengumuman, pemadaman berlangsung cukup lama pada Senin (11/1) sore sekitar pukul 02.30 Wita. Pemadaman juga terjadi di hari-hari sebelumnya. Kondisi ini kemudian menyulut keluhan warga.

Seperti diungkapkan M. Yasin (45), warga Kelurahan Menala Kecamatan Taliwang, yang menyampaikan keluhannya. “Lagi-lagi mati (padam listrik), padahal bayarnya mahal. Kalau begini ceritanya kami masyarakat sangat dirugikan,” katanya.

Ditegaskannya, masyarakat bukannya tidak ingin bersabar. Sebab, hampir setiap kali pemadaman, pihak PLN jarang memberikan pengumuman.

“Kami juga banyak urusan dan bukannya gratis, tapi beli dengan harga mahal. Kami bukannya tidak mau mengerti. Kurang sabar apa kami sebagai masyarakat yang sudah bayar mahal,” keluhnya seraya menambahkan, “Kalau dibolehkan ada perusahaan lain di bidang yang sama, akan saya pertimbangkan untuk pindah. Tapi kan tidak mungkin karena listrik dimonopoli,” sambungnya.

Pihak PLN Taliwang yang coba dikonfirmasi, tidak memberikan respons. Tak satupun dari petinggi PLN Taliwang itu menjawab panggilan telepon.

Keluhan pemadaman listrik tanpa konfirmasi kepada pembelinya ini juga datang dari penggiat LSM Sumbawa Barat, Mus Mulyadi Oyong. Ia mempertanyakan pemadaman yang berlangsung cukup lama.

“Kami menyayangkan kenapa listrik sering padam, padahal kita sudah bayar mahal. Sudah baik masyarakat setuju tapi lagi-lagi listrik padam lagi,” katanya.

Secara teknis, lanjut Oyong, adanya gangguan pelayanan listrik bisa dibenarkan. Namun jika melihat skala pemadaman yang terjadi di Taliwang dalam beberapa bulan terakhir, bukanlah menjadi hal yang wajar lagi.

“Ada apa ini. Apakah sistemnya di dalam bermasalah atau bagaimana. Kalau di dalam tidak lancar, sementara bayarnya mahal, kasihan masyarakatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat bisa saja menuntut PLN karena dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Untuk itu kita berharap PLN berupaya maksimal memperbaiki sistem pelayanan listrik. Kalau pembayaran mahal, ya pelayanan ditingkatkan-lah,” tegasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“1 Pengedar dan 3 Pengguna Diborgol” Taliwang, KOBAR - Anggota Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat dilaporkan…