Smelter PTAMNT Dibangun di Sumbawa Barat

Bupati: Tahun ini Mulai Digarap

Taliwang, KOBAR – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) di tahun 2017 ini dipastikan akan memulai membangun fasilitas pemurnian mineral (smelter) di Kabupaten Sumbawa Barat. Dikabarkan, Smelter tersebut memiliki kapasitas satu juta ton konsentrat tembaga.

“Ya, mulai tahun ini Smelter itu sudah mulai digarap. Bahkan beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi prihal sosialisasi mengenai Amdal terkait dengan pembangunan Smelter ini,” aku  Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM.

Kata Bupati, pembangunan Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat sudah menjadi keputusan Managemen PTAMNT.  Bahkan pihak PTAMNT sendiri yang akan membangun Smelter itu secara mandiri yang direncanakan mulai pertengahan tahun ini.

Meski belum diketahui dimana lokasi persis pembangunan Smelter tersebut, managemen perusahaan, tambah Bupati, diketahui sudah mulai bergerak melakukan tahapan pembangunannya. Seperti melakukan survey lokasi dan hal-hal lainnya.

“Lokasi pembangunan Smelter masih dalam tahap survey dan pengkajian. Tetapi kita meyakini kalau lokasi pembangunannya bisa saja berada di Kecamatan Sekongkang dan Kecamatan Maluk,” ungkapnya.

Bupati kembali menegaskan jika tahapan pembangunan Smelter tersebut sudah dimulai tahun ini. Hal ini disebabkan karena dalam pembangunannya tidak hanya menyelesaikan pembangunan fisik semata. Tetapi perlu mematangkan rancangan dan pengkajian mengenai Amdal maupun izin-izin lainnya.

“Yang jelas tahapan pembangunannya sudah mulai berjalan. Namun yang perlu diingat, pembangunan Smelter itu butuh proses panjang.  Tidak hanya langsung  dibangun dan digunakan begitu saja,” tandasnya.

Bak gayung bersambut, pembangunan Smelter di Kabupaten Sumbawa Barat ini juga diketahui melalui proposal yang dilayangkan PTAMNT kepada Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Proposal itu merupakan salah satu syarat yang wajib dilampirkan dalam mendapatkan rekomendasi izin ekspor konsentrat tembaga. Surat permohonan PTAMNT bernomor 251/PD-RM/AMNT/II/2017, tanggal 17 Februari 2017. Berdasarkan kelengkapan persyaratan dalam permohonan itu Kementerian ESDM menerbitkan rekomendasi izin ekspor pada tanggal yang sama.

Rekomendasi itu berlaku selama satu tahun yakni sejak 17 Februari 2017 sampai dengan 16 Februari 2018. Adapun kuota ekspor yang diizinkan sebesar 675.000 wet metric ton (WMT).

Selanjutnya, Rekomendasi yang diterbitkan Kementerian ESDM itu menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan menerbitkan izin ekspor yang diterbitkan pada 21 Februari 2017. Izin tersebut berlaku sampai dengan 17 Februari 2018.

PTAMNT yang sebelumnya bernama PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) berencana akan membangun smelter bersama PT Freeport Indonesia. Smelter berkapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga itu berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Kementerian ESDM memang menyarankan PTAMNT untuk membangun smelter sendiri. Pasalnya pemerintah akan mengevaluasi kemajuan smelter per enam bulan. Bila dalam periode tersebut tidak ada kemajuan, maka izin ekspor bisa dicabut. Artinya, bila PTAMNT masih bekerjasama dengan Freeport maka nasib izin ekspor PTAMNT tergantung pada kemajuan smelter tersebut.

PTAMNT sendiri memperoleh izin ekspor setelah menyepakati perubahan status dari Kontrak Karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) pada 10 Februari lalu yang ditandatangani langsung oleh Menteri ESDM.  Perubahan status menjadi IUPK itu seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang pemegang kontrak karya untuk mengekspor konsentrat sejak 11 Januari 2017. Sehingga hanya pemegang IUPK yang membangun Smelter saja yang diizinkan ekspor konsentrat hingga lima tahun kedepan. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Semarak STQ Ke-IX Kecamatan Brang Ene” Brang Ene, KOBAR - Sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil…