Setiap WNI Wajib Miliki e-KTP

“Jika Tidak Terekam SIAK, Data Kependudukan Diblokir”

Taliwang, KOBAR – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dilaporkan akan mengambil tindakan tegas kepada setiap penduduk dewasa usia di atas 23 tahun yang belum juga melakukan perekaman data KTP elektronik atau e-KTP. Dimana, jika ada penduduk dewasa hingga 31 Desember 2018 belum juga merekam data diri mereka, maka data kependudukan mereka akan diblokir.

Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), selaku kepanjangan tangan Ditjen Dukcapil di daerah, telah menargetkan akan menuntaskan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) pada setiap warga KSB pada akhir tahun ini.

“Jumlah penduduk KSB saat ini 138.416 jiwa, dan yang wajib KTP 95.095 jiwa atau yang berumur 17 tahun ke atas. Sehingga total yang sudah melakukan perekaman sebanyak 90.559 jiwa, dan 88.320 jiwa sudah memiliki KTP Elektronik, sisanya dalam proses pencetakan. Tercatat  sisa yang belum melakukan perekaman sebanyak 1.528 jiwa, dan akan kami upayakan selesai tahun ini,” kata, Ibrahim SSos MM, Kepala Dinas Dukcapil KSB, kepada media ini.

Menurut Ibrahim, perekaman ini sangat penting, karena pelayanan publik ke depan akan berbasis pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP Elektronik.

“Perekaman data diri ini merupakan prosedur baku yang harus diikuti oleh setiap penduduk untuk mendapatkan ketunggalan data. Bila penduduk masih memiliki data ganda, maka yang bersangkutan akan mengalami kesulitan dalam pelayanan publik,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan, bahwa prosedur perekaman dan pencetakan KTP Elektronik kali ini, tidak diperlukan lagi surat pengantar dari RT/RW Kelurahan/Desa dan Kecamatan. Masyarakat cukup membawa fotocopi Kartu Keluarga, dan bahkan perekaman dilakukan di kecamatan masing-masing, dan bagi anak sekolah pihak Dukcapil mengunjungi sekolah mereka untuk melakukan perekaman.

“Kemudahan yang diberikan oleh pemerintah ini semata-mata untuk memberikan pelayanan yang mudah dan cepat, serta gratis. Agar data penduduk semakin berkualitas. Hal ini juga didukung dengan data base penduduk kita yang semakin baik,” terangnya kembali.

Karena sudah diberikan kemudahan itu, lanjut dia, data akan dinonaktifkan sementara pada tanggal 31 Desember 2018 mendatang bagi usia 23 tahun ke atas, terkecuali usia 17 sampai 23 kurang 1 hari.

“Sikap tegas ini harus diambil sebagai bentuk pembinaan kepada setiap penduduk agar sadar dan tahu tentang pentingnya dokumen kependudukan yang benar,” pungkas Ibrahim SSos MM. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), merupakan tes awal dalam seleksi CPNS tahun 2018.…