Seorang Siswa SD Diduga Cabuli Bocah 3 Tahun

Maluk, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) dilaporkan akan memberikan perhatian khusus kepada kasus kriminal percobaan seksual pada anak yang terjadi di Maluk, Kecamatan Maluk, Sabtu pekan lalu.

Kepala Bidang Sosial, Manurung SPd, membenarkan hal tersebut lantaran korban dan pelakunya sama-sama masih di bawah umur. Bunga (nama samaran), yang menjadi korban berumur 3 tahun dan Batang (nama samaran), berumur 10 tahun, dan masih mengenyam pendidikan di sebuah Sekolah Dasar (SD).

“Perkaranya kini ditangani oleh Kepolisian Resort Sumbawa Barat. Sementara kami terus memberikan perhatian dengan fokus pada penanganan anak baik korban maupun pelaku. Apakah akan diberikan bimbingan khusus atau upaya lainnya. Ini agar tidak berdampak buruk pada perkembangan dan kondisi keduanya,” ungkapnya.

Manurung menerangkan, jika tidak diberi perhatian dengan segera, dikhawatirkan korban dapat mengalami trauma. Artinya, harus segera ditangani dan tidak dibebankan kepada orang tuanya saja, utamanya dalam kaitan mengembalikan semangatnya. Sedangkan bagi pelaku, kita akan beri bimbingan yang didampingi juga oleh orang tuanya.

“Bagaimana sistem dan cara penanganannya, lebih dulu akan dikomunikasikan dengan pihak keluarga,” terangnya.

Dalam kasus ini, pelaku (batang, red) melancarkan aksinya kemungkinan dilatar belakangi oleh pengaruh pergaulan di lingkungannya. Untuk itu, ditengah  ancaman pelecehan seksual pada anak terutama wanita dibawah umur yang kian marak, Manurung berharap agar pergaulan putra-putri selalu diawasi dan dipantau secara intensif. Apalagi pelaku dari korban percobaan seksual pada anak maupun pelecehan seksual pada anak ini didominasi oleh orang-orang sekitar.

“Harus terus ditingkatkan pengawasan. Apalagi saat ini tercatat sudah ada 53 korban kasus pelecehan seksual pada anak yang tengah kami tangani,” bebernya.

Kepada Pemerintah Daerah, pasca terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru yakni Dinas Sosial, diharapkan untuk intens melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa agar para orang tua lebih memperhatikan pergaulan anaknya.

“Ini salah satu cara agar anak dapat betul-betul diawasi,” demikian Manurung. (kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Kantor Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KP3AKB) di…