Seluruh Anak KSB Akan Miliki KIA

Taliwang, KOBAR – Setiap Warga Negara Indonesia (WNI) harus didata keberadaannya, dan diketahui jumlahnya dengan cara dibuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), yang disesuaikan dengan alamat tempat tinggalnya. Namun KTP hanya berlaku untuk orang dewasa atau usia 17 keatas. Pertanyaannya, bagaimana dengan anak-anak di bawah umur 17 tahun, apa yang menjadi legalitas kependudukan mereka?.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dilaporkan akan segera melaunching pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun KSB ke-15, 20 Nopember mendatang. Kartu Identitas Anak  ini sebagai legalitas anak, sama halnya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ibrahim SSos MM, melalui Kepala Seksi Identitas Penduduk (Kasi IP), Wiharti Meriana Sari SE MP, kepada media ini.

“Tujuan dibuatkan Kartu Identitas Anak ini untuk mengetahui berapa jumlah anak yang ada di KSB, kemudian menjadi Identitas resmi anak, sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah,” papar Wiharti.

Menurutnya, KTP untuk Dewasa, KIA untuk anak, memiliki fungsi yang relatif sama, yaitu menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah saat melakukan pelayanan publik, seperti saat mengurus paspor atau untuk keperluan lain yang selama ini menggunakan syarat akta kelahiran.

“KIA yaitu untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik, serta pemenuhan hak konstitusional warga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, praktek pengurusan administrasi kependudukan saat ini relatif kurang efisien, misalnya saja untuk mengurus layanan administrasi publik, saat ini anak diminta membawa akta kelahiran bagi yang belum sekolah, atau yang sudah sekolah identitasnya kartu pelajar. Akta kelahiran cukup riskan untuk dibawa-bawa, dan tidak mungkin dimasukan ke dompet, sehingga susah dibawa kemana-mana. Dengan adanya KIA semua identitas akan tercatat dalam kependudukan masing-masing Daerah sehingga membuat proses lebih mudah dan efisien.

“Sebanyak 48.314 jiwa anak yang berusia 0 sampai 17 tahun yang tercatat pada semester I tahun 2018 ini, dan mereka wajib akan dibuatkan KIA-nya. dan aturan serta acuan kami dalam membuat KIA bagi anak-anak telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 2 tahun 2016 mengenai Kartu Identitas Anak,” tutup Wiharti Meriana Sari SE MP. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan, bahwa program…