Sejumlah Investasi Gagal di KSB Disoal Parlemen

Taliwang, KOBAR – Keseriusan dan kesiapan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam mendukung investasi yang sudah sejak lama disuarakan belum menunjukkan hasil. Ini dibuktikan dari puluhan rencana kegiatan investasi yang direncanakan, progresnya masih minim.

Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Barat, Dinata Putrawan ST,  mengatakan, sejauh ini pihaknya terus mendorong eksekutif membuka peluang kerjasama dengan pihak ke tiga untuk mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki daerah. Terlebih sektor pariwisata yang mendapat perhatian cukup serius dari investor untuk menanamkan modalnya.

“Tetapi, hingga saat ini kita tidak mendengar lagi perkembangannya, hingga kegiatan investasi di KSB ini terkesan belum berjalan,” katanya.

Proses perizinan yang  belum ditangani maksimal oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) dinilainya sebagai pemantik investasi stagnan. Apalagi ia banyak mendengar keluhan dari masyarakat tentang ketidaksiapan instansi terkait dalam melakukan proses perizinan sesuai kewenangan yang telah dilimpahkan.

Untuk memastikannya, Dinata menegaskan akan memanggil BPMPPT dalam waktu dekat ini guna meminta penjelasan terkait kegiatan dan progres investasi,  sekaligus untuk mengetahui kendala yang dihadapi terutama menyangkut perizinan.

“Kita akan panggil, karena sangat tidak mungkin proses investasi  stagnan seperti ini terjadi, jika tidak ada masalah di dalamnya,” cetusnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat hingga daerah, telah mengagas pelayanan perizinan efisien dari segala aspek. Sehingga tidak ada alasan proses perizinan menghambat masyarakat.

“Apapun bentuk pelayanan semestinya berpihak kepada masyarakat. Jika memang benar adanya, BPMPPT sama artinya tidak menerapkan pelayanannya dengan baik sesuai SOP,” tegasnya.

Selain itu, Dinata juga menyampaikan, sesuai semangat pemerintahan saat ini, mendorong percepatan realisasi investasi yang terus dilirik investor untuk menanamkan modalnya. Terkait hal itu, ia mengaku belum melihat sejauh mana kesiapan sarana dan prasarana pendukung yang telah disediakan pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini instansi terkait dalam mendukung investasi tersebut. Karena kata dia, untuk menjamin keberhasilan investasi, empat sarana dasar pendukung harus tersedia terlebih dahulu seperti ketersediaan jaringan air bersih, infrastruktur jalan, telekomunikasi dan listrik.

“Mengenai hal ini tentu menjadi tangung jawab eksekutif dan legislatif, untuk secara bersama-sama mencari formulasi penyelesaiannya. Terutamanya menyangkut penyediaan sarana dasar pendukung investasi tadi,” demikian Dinata Putrawan. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Bupati Sumbawa Barat, Dr Ir H W Musyafirin MM, mengajak para pemuda untuk…