);

Aset Daerah di Kawasan Tambang Batu Hijau Akan Ditukar Guling

“Termasuk SMPN 1 Maluk”

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dikabarkan akan segera melakukan tukar menukar beberapa aset milik Daerah yang ada di kawasan tambang Batu Hijau dengan pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT).

“Kami sudah membentuk tim untuk melakukan kajian terhadap lahan Pemda KSB yang ada di kawasan PTAMNT. Sesuai dengan hasil rapat kita dengan tim, proses tukar menukar lah yang akan kita tempuh,” terang Muhammad Yusuf SIP, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) KSB, kepada media ini, Senin, (23/12).

Menurut Yusuf, ada 11 aset milik Pemda KSB yang akan dilakukan tukar menukar dengan PT AMNT. 5 lokasi di Dusun Otak Kris, Desa Benete, dan 6 lokasi di Desa Maluk, Kecamatan Maluk.

“Iya, item-itemnya, seperti, jalan raya Maluk yang menuju Dusun Otak Kris, jaringan irigasi, sekolah yang ada di Desa Benete, dan tanah-tanah kosong lainnya,” beber Yusuf.

Baca Juga :  Masyarakat Klaim, Lahan Tongo 2 SP3 Tanah Ulayat
Muhammad Yusuf, S.IP.

Yusuf menjelaskan, bahwa menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Bab X, tentang Pemindahtanganan pasal 329, menyebutkan, pertama; Barang milik daerah yang tidak diperlukan bagi penyelengaraan tugas Pemerintah Daerah, dapat diperpindahtangankan. Kedua; Bentuk pemindahtanganan barang milik daerah meliputi, penjualan, tukar menukar, hibah atau penyertaan modal Pemerintah Daerah.

“Tukar menukar aset Pemda dengan pihak PTAMNT, Itulah proses yang harus kita tempuh. Misalnya, kalau tanah dengan tanah, boleh juga dengan yang lainnya, minimal seimbang dan jelas nilainya,” jelas Yusuf.

Yusuf mengakui, bahwa Pemda melalui BPAD, sudah berkordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Kemudian sudah dilakukan tender untuk melakukan penilaian. Hanya saja, hal tersebut molor, karena keterbatasan waktu dan beberapa kendala lainnya.

“Kita sudah bersurat ke pihak perusahaan untuk meminta  lahan pengganti. Dan Insya Allah di tahun 2020 nanti, akan segera diproses. Karena jauh-jauh hari, dari Maret 2019, sudah kita lakukan komunikasi dan sosialisasi ke pihak sekolah, dan masyarakat yang masuk dalam Kawasan tambang PTAMNT,” tutur Muhammad Yusuf..

Baca Juga :  Universitas Cordova Buka 100 Beasiswa S1 Untuk Teknik Pertambangan

Sementara itu, Ika Mulyati SPd, Kepala Sekolah SMPN 1 Maluk, yang lokasi sekolahnya akan ditukar guling, kepada media ini, mengatakan, bahwa belum pernah ada sosialisasi dari pihak Pemda KSB secara langsung kepada pihaknya, terkait dengan akan dipindahkan sekolahnya ke lokasi lain.

“Kalau sosialisasi secara langsung ke sekolah kami belum ada mas. Tapi dulu pernah ada pertemuan di Kantor Kecamatan Jereweh dengan Bapak Bupati, bahwa SMPN 1 Maluk akan dipindahkan ke lokasi lain. Tapi, sampai sekarang belum ada kejelasannya di mana akan dipindahkan,” ungkap Ika.

Setahu Ika, pernah ada pengukuran tanah di sekolahnya, belum lama ini. Tapi sampai sekarang masih belum ada konfirmasi ke pihak Sekolah mengenai hal tersebut.

“Iya mas, dulu pernah ada pengukuran tanah di sekolah kami, tapi saat itu saya sedang tidak berada di sekolah mas,” tukas Kepala Sekolah SMPN 1 Maluk.

Baca Juga :  Harga Beras Belum Stabil, Pemerintah KSB Desak Bulog Gelar Operasi Pasar

Terkait rencana tukar guling itu, media ini telah mencoba mengkonfirmasinya kepada pihak PTAMNT via seluler. Tapi hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan dan jawaban dari pihak perusahaan tambang tembaga dan emas itu. (kras)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Kebutuhan akan sebuah gelanggang olahraga (GOR) untuk semua cabang olahraga (Cabor), yang…