Satu Persatu PETI Digulung

Brang Ene, KOBAR – Janji Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memberangus semua Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di bumi pariri lema bariri ternyata bukanlah isapan jempol. Setelah menutup aktivitas PETI di Kecamatan Maluk dan Sekongkang, belum lama ini. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bersama aparat Kepolisian dan Pemerintah Kecamatan Brang Ene, menutup aktivitas PETI di Dusun Hijrah, Desa Mujahiddin, Kecamatan Brang Ene, baru-baru ini.

Pantauan media ini di lapangan, dalam kegiatan Penertiban PETI tersebut tidak ada perlawanan berarti dari pelaku PETI, dan kegiatan berlangsung mulus. Sebab sebelum operasi penutupan dilakukan, Pemerintah telah terlebih dahulu menyurati para pelaku PETI berkali-kali. Hal itu dibenarkan oleh Salimi, Warga Dusun Hijrah, salah seorang pelaku PETI, kepada awak media ini.

“Operasi penertiban ini sudah kami ketahui jauh-jauh hari. Kami disurati oleh camat, dan surat tersebut saya respon baik. Lagipula gelondong yang ada sudah tidak lagi beroperasi sejak beberapa bulan yang lalu,” terang Salimi.

Salimi berharap, penertiban ini tdak hanya berlaku di tempatnya saja, namun dilakukan di semua tempat di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Agar tidak timbul kesan pilih kasih dan tebang pilih dalam penertiban PETI.

“Jika Pemerintah betul-betul ingin menertibkan PETI, maka harus dilakukan secara menyeluruh dan merata di semua tempat, tanpa tebang pilh. Jangan ada kesan pilih kasih. Kami sangat mendukung itikat baik pemerintah ini, demi kelestarian lingkungan, sebagaimana yang Pemerintah gaungkan,” tukas Salimi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Polisi Pamong Praja, Drs H Hamzah, melalui Komandan Regu (Danru), Muhammad Syukri SPd,  di lokasi penertiban, kepada awak media ini, mengatakan, bahwa penertiban ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari imbauan yang sudah sering dilakukan pada pertemuan beberapa bulan lalu terkait keberadaan PETI yang menjamur di Sumbawa Barat. Dan penertiban ini tidak hanya dilakukan di sini, melainkan telah dilakukan di tempat lain, seperti kecamatan Maluk dan Sekongkang, dan akan berlanjut ke Kecamatan lainnya.

“Penertiban PETI di kecamatan Brang Ene merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kecamatan setempat, yang menegaskan bahwa tempat pengolahan emas ilegal di Brang Ene harus ditertibkan. Karena sesuai peraturan yang berlaku, aktivitas pengolahan ilegal ini dilarang keras. Jadi upaya ini  bukan kemauan dari kami, tapi semata-mata demi menegakkan aturan yang berlaku,” tandas Syukri.

Hasil penelusuran media ini, bahaya dari tambang ilegal ini sudah kian kentara. Mulai dari kondisi air sungai yang sudah berada di bawah ambang baku mutu. Kemudian banyaknya lubang galian di atas gunung yang dibuat para penambang, yang berpotensi terjadinya bencana tanah longsor. Jika masalah ini tidak disikapi segera, dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat setempat. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tengah berlangsung. Namun…