);

Rumitnya Jadi Pasien di RSUD Asy-Syifa’ Bagi Pengguna BPJS Kesehatan

“Keluarga Pasien Dipimpong Sana-Sini”

Taliwang, KOBAR – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa’, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kembali dikeluhkan pasien akibat sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit itu dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Karena proses yang berbelit-belit, terpaksa pasien atas nama Marwati, Warga Kelurahan Sampir, dibawa pulang pihak keluarga, dan hingga saat ini ia belum mendapatkan pelayanan kesehatan.

Seperti yang dituturkan, Mariam (35), anak kandung pasien, kepada media ini, Jum’at (13/09). Ia mengaku kesulitan menggunakan Kartu BPJS kelas dua milik ibunya. BPJS yang digunakan menggunakan pelayanan fasilitas kesehatan (FASKES) tingkat pertama di dr. Hj. Dwidia Mertasari.

Praktik dokter tersebut dibuka pada pukul 17.00 sore, sehingga pasien tidak memungkinkan untuk dibawa ke dokter tersebut pada pagi hari. Membuat keluarga pasien berinisiatif untuk membawa ibunya ke RSUD Asy-Syifa’, agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun sesampainya di rumah sakit, pasien malah enggan diterima.

Baca Juga :  Rp 4,6 Miliar Untuk Tambah Alkes RSUD KSB

“Pertama saya ke IGD, namun pemeriksaan IGD tidak mendapatkan hasil, sehingga ibu saya diarahkan ke Poli Penyakit Dalam,” ungkap Mariam.

Sesampainya di Poli Penyakit Dalam, sambung Mariam, ia diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu pada loket pendaftaran. Di loket pendaftaran, pasien tidak diterima menggunakan BPJS, dengan alasan harus mendapatkan surat rujukan terlebih dahulu dari dokter yang tertera di kartu BPJS.

“Ketika ditolak saya tidak mau debat panjang, sebab kepikiran ibu saya di IGD sendiri, sehingga saya memilih untuk membawa pulang ibu saya untuk istirahat,” bebernya.

Tidak mau berputus asa, Mariam kembali meminta surat rujukan kepada dr. Hj. Dwidia Mertasari pada malam harinya, untuk kemudian diteruskan pengobatan ibunya keesokan hari, harapnya. Namun, oleh dokter tidak bisa diberikan rujukan, dikarenakan dirinya tidak membawa hasil diagnosa dari RSUD Asy-Syifa’, sehingga dokter tidak tahu keterangan apa yang harus dicantumkan di surat rujukan.

Baca Juga :  Ketua DPRD KSB Nyatakan Bersedia Maju di Pilkada

“Dokter Dwidia juga tidak mau kasih surat rujukan, dengan alasan tidak ada hasil diagnosa dari RSUD. Namun sempat diminta ibu saya dibawa ke tempat praktiknya untuk diperiksa, tapi saya tidak bisa membawa beliau karena sudah larut malam, dengan kondisi kesehatan beliau yang tidak memungkinkan,” jelas Mariam.

Terkait persoalan itu, Direktur RSUD Asy-Syifa’, dr Carlof Sitompul, saat dikonfirmasi awak media ini, menjelaskan, prihal mekanisme penggunaan BJPS oleh pasien di Rumah Sakit yang dipimpinnya. Bahwa penggunaan BPJS  FASKES melalui dokter keluarga, untuk pasien yang non emergency, di IGD akan dilakukan pelayanan pertama, namun ketika tidak ada hasil medis di IGD, pasien akan diarahkan ke bidang poli yang disesuaikan dengan gejala sakit pasien.

“Dari IGD pasien diarahkan ke bidang poli mas, dan untuk bisa diperiksa di bidang poli tujuan, pasien diminta untuk mendaftar terlebih dahulu di loket pendaftaran, setelah di loket, pasien ditanya mau menggunakan jalur apa. Jikalau menggunakan BPJS tentu pasien diminta beberapa syarat, seperti KTP, KK, Kartu BPJS, dan surat rujukan dari dokter keluarga sesuai dengan yang tertera di Kartu BPJS,” ulasnya.

Baca Juga :  Koperasi Sakit Akan Dibekukan

Tak hanya itu, dr Carlof  juga menjelaskan, bahwa ketentuan prosedur penggunaan BPJS itu sudah diatur oleh pihak BPJS, akan tetapi, ketika pasien bersifat emergency, rumah sakit akan melayani meski tanpa ada rujukan dari dokter keluarga.

“Apalagi sekarang menggunakan sistem online. Jadi susah pasien untuk dirujuk, karena memang ada jenis penyakit yang bisa dirujuk. Ketika penyakit pasien diinput, maka akan terbaca penyakitnya. Masuk ke jenis penyakit rujukan atau tidak. Ketika tidak, secara otomatis sistem akan menolak,” pungkasnya. (kdon)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
"Masyarakat Yang Terlibat PETI Balik Nantang" Taliwang, KOBAR - Beberapa waktu lalu, sosialisasi penutupan Penambangan…