PTAMNT Siapkan Rp 1,3 Triliun Untuk Pensiunkan Karyawan

“1.143 Karyawan Telah Mendaftar”

Taliwang, KOBAR – Jumlah karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) yang  mengajukan permohonan program pensiun dini yang ditawarkan pihak manajemen perusahaan terus bertambah.  Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.143 orang karyawan yang sudah mendaftar program tersebut dan dipastikan akan terus bertambah. Apalagi program ini dijadwalkan akan berlangsung sampai akhir bulan ini.

“Program pensiun dini dilaksanakan dua tahap, pertama Bulan Juni 2017 untuk karyawan berusia diatas 45 tahun dan bulan Juli untuk karyawan berusia dibawah 45 tahun,” ungkap Kabid Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbawa Barat, Drs Zainuddin.

Berdasarkan laporan yang diterima dari pihak perusahaan, jumlah tersebut terdiri dari karyawan berusia diatas 45 tahun sebanyak 865 orang dan dibawah usia tersebut sebanyak 278 orang. Jumlah tersebut kemudian dirincikan lagi, untuk staff diatas usia 45 tahun sebanyak 198 orang.

“Sedangkan yang dibawah usia tersebut saat ini sudah tercatat sebanyak 45 orang. Untuk karyawan non staff usia diatas 45 tahun sudah ada sekitar 628 orang dan dibawah usia tersebut sebanyak 210 orang. Sementara untuk karyawan senior setingkat manager sekitar 45 orang,” imbuhnya.

Meski mengaku tidak bisa memastikan alasan banyaknya jumlah karyawan yang mendaftar program tersebut, namun Zainuddin memprediksi jumlah karyawan yang akan ikut program pensiun dini ini akan terus bertambah sampai akhir Juli nanti sesuai jadwal yang ditetapkan pihak perusahaan. Apalagi kebanyakan karyawan tertarik dengan tawaran menguntungkan yang akan diberikan dimana selain bonus, karyawan dijanjikan sejumlah keuntungan lainnya, seperti tanggungan biaya sekolah anak, BPJS kesehatan, uang perumahan bagi yang sudah menikah sebanyak Rp 15 juta pertahun (selama dua tahun) dan kelonggaran untuk menghindari pajak tinggi serta surat pengalaman kerja.

“Ada  sekitar Rp 1,3 triliun anggaran yang disiapkan pihak perusahaan untuk pelaksanaan program ini. Rp 700 miliar untuk biaya normatif sesuai dengan penghitungan pemerintah serta tersedia Rp 600 miliar sebagai daya tarik bagi karyawan untuk mengikuti program itu,” timpalnya.

Program pensiun dini yang ditawarkan PTAMNT Batu Hijau ini disebabkan oleh situasi yang tidak bersahabat terhadap operasional perusahaan, salah satunya kebijakan efisiensi anggaran.  Meski begitu, di tengah program pensiun dini itu digulirkan, di sisi lain perusahaan saat ini  diketahui tengah mengembangkan sejumlah usaha lain.  Diantaranya sebagai owner pembangunan Smelter dan pengembangan fase tujuh terhadap kegiatan penambangan di Batu Hijau.

“Sampai saat ini kita belum mengetahui secara jelas penyebab perusahaan melaksanakan program pensiun dini tersebut. Mungkin saja kebijakan yang diambil itu karena saat ini mereka dalam masa tenggang. Apalagi mereka juga belum bisa memastikan apakah tahun depan akan kembali melakukan eksploitasi tambang di Batu Hijau,” pungkas Zainuddin. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
KESEHATAN KELUARGA Oleh: dr. Febi Hapsari (Dokter Internsip di RSUD Asy-Syifa’ KSB) Bulan Ramadan adalah…