Polisi Santuni Bayi Penderita Cheiloschisis di Desa Sapugara Bree

Brang Rea, KOBAR Disamping menjalankan tugas pokok, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) juga turut terlibat dalam misi kemanusiaan. Salah satu contohnya, adalah apa yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Sumbawa Barat (POLRES KSB), hari ini, di Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea.

Sejumlah Polisi dari Polres Sumbawa Barat, dilaporkan bertamu ke rumah pasangan Hidayat (32) dan Yuliatin (23), Warga Desa Sapugara Bree, untuk menengok putra mereka yang bernama Adyasta Adelio Cetta (2,5 bulan), yang menderita Cheiloschisis atau bibir sumbing.

Keluarga bayi yang baru berumur 2,5 bulan tersebut, menyambut dengan suka cita kedatangan para polisi dari Polres KSB itu. Rasa haru dan bahagia terlukis dari raut wajah mereka.

“Terima kasih Pak Polisi atas kunjungannya. Mohon didoakan agar operasi anak kami yang direncanakan akan dilakukan bulan depan, dapat berjalan lancar dan berhasil,” kata Hidayat, kepada perwira polisi yang bertamu ke rumahnya.

Pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas Sapugara Bree, Brigadir Nukman, datang didampingi perwira tingkat pertama Binmas, Inspektur Dua (IPDA) Nurlana, membawa buah tangan, berupa sembako dan perlengkapan bayi untuk si bayi mungil penderita bibir sumbing itu.

“Tujuan kedatangan kami ke sini adalah bentuk empati kami kepada warga desa ini, dimana kami ditugaskan. Apa yang bisa kami bantu akan kami bantu. Bapak Ibu tidak perlu sungkan dengan kami,” tutur Brigadir Nukman, kepada Hidayat dan Yuliatin.

Untuk diketahui, celah bibir atau sumbing merupakan cacat akibat kelainan deformitas kongenital yang disebabkan kelainan perkembangan wajah selama gestasi. Sumbing dapat terjadi pada bibir, langit-langit mulut (palatum), ataupun pada keduanya. Sumbing pada bibir disebut cheiloschisis sedangkan sumbing pada langit-langit mulut disebut palatoschisis. Penanganan sumbing adalah dengan cara operasi.

Kasus bayi lahir kondisi cacat memang tak jarang menimbulkan efek sosial dan psikologis bagi kedua orang tua penderita, bahkan lingkungan sosial. Kelahiran bayi dengan cacat bawaan menurut pengetahuan umum terjadi, bisa karena faktor genetik, pengaruh bahan kimia berbahaya dan berbagai analisis medis lainnya. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK