Polisi Panggil Pokja ULP Terkait Tender APK Pilkada KSB

Taliwang, KOBAR – Kelompok Kerja (Pokja) dibawah naungan Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang bertanggung jawab atas proses tender Alat Peraga Kampanye (APK) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Tahun 2015 dipanggil penyidik Polres Sumbawa Barat.

Kepastian adanya pemanggilan tersebut tertuang dalam surat panggilan polisi bernomor B/2042/XI/2015 yang ditujukan kepada kepala ULP KSB. Diminta agar memerintahkan ketua Pokja paket 054 ULP untuk menghadap penyidik polres, Aiptu Zainal Abidin, pada Rabu 18/11 (hari ini, red), pukul 09.00, di ruang Unit III Sat Reskrim.

Dalam surat itu juga disampaikan bahwa rujukan pemanggilan itu adalah, Undang-undang (UU) nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian, UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, termasuk laporan pengaduan yang disampaikan LSM BARMA KSB dengan nomor 04/A/LSM BARMA/X/2015 tentang dugaan penyimpangan dalam pengadaan APK Pilkada.

Meskipun surat panggilan polisi itu sudah tersebar, namun belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak Polres KSB, lantaran pemanggilan yang dilakukan lebih pada permintaan keterangan atas proses tender yang dilaksanakan, termasuk untuk melengkapi berkas atas penyelidikan yang telah dilakukan Reskrim.

Sekretaris ULP KSB, Sudirman SE, yang ditemui media ini enggan untuk memberi keterangan banyak soal adanya pemanggilan polisi tersebut, namun ia tidak membantah tentang adanya pemanggilan tersebut. “Saya yang menerima surat tersebut dan surat itu telah diserahkan kepada kepala ULP, karena tujuan surat kepada kepala ULP,” tegasnya.

Sudirman juga mengaku bahwa pihak yang diminta hadir untuk memberikan keterangan adalah ketua Pokja tender APK Pilkada. “Kalau saya baca isi surat panggilan itu, yang dipanggil adalah ketua Pokja paket 054, tapi saya tidak bisa menyampaikan siapa ketua pokja yang dimaksud. Untuk mendapatkan identitas ketua Pokja silakan konfirmasi langsung dengan kepala ULP,” lanjutnya.

Seperti diketahui bahwa LSM BARMA pada 19 Oktober 2015 lalu telah mendatangi Mapolres KSB untuk melaporkan bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan APK Pilkada, karena APK itu sendiri cepat rusak dan sampai saat ini nyaris sudah tidak ada terpasang di beberapa titik lokasi. Atas indikasi itu sendiri, pihak LSM BARMA telah melakukan hearing dengan pihak KPU KSB, namun tidak mendapatkan keterangan sesuai dengan apa yang dituduhkan, sehingga melimpahkan kasus itu kepada Polres KSB. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “Polisi Panggil Pokja ULP Terkait Tender APK Pilkada KSB

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Usman: Pemerintah Daerah Hanya Jadi Tukang Kontrol Taliwang, KOBAR - Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) yang…