Polisi dan DPRD Duduk Bersama Bahas Kasus Pembunuhan Lamuntet

Mustakim: Ini Bukan Kasus Kriminal Biasa

Taliwang, KOBAR – Kasus pembunuhan Hasan (49), warga Kecamatan Brang Rea, di sekitar Tambang Rakyat di Dusun Lamuntet Kecamatan Brang Rea, awal November 2015 lalu, sejauh ini masih menyisakan persoalan. Meski aparat kepolisian terus melakukan penelusuran terhadap motif pembunuhan itu, namun pihak keluarga korban maupun pihak terduga diketahui belum menganggap itu cukup. Mereka sama-sama saling mencurigai hingga menimbulkan kecemasan dan keresahan di antara kedua belah pihak.

Berangkat dari keresahan itu, hingga memaksa pihak keluarga korban menempuh jalur politik dengan mengadukannya ke Komisi I DPRD  setempat. Anggota Komisi I DPRD Sumbawa Barat, Mustakim Fatawari LM, membenarkan hal itu. Ia mengaku setelah menerima pengaduan, pihaknya langsung membahasnya dengan menggelar pertemuan, dengan menghadirkan Kasat Reskrim dan Penyidik Polres KSB, Kapolsek Brang Rea, Kasat Pol PP, Camat Brang Rea serta sejumlah pihak terkait lainnya, Kamis (7/12).

“Pertemuan kita gelar setelah menerima pengaduan. Pengaduan disampaikan pihak keluarga korban karena ingin memperoleh rasa aman dan kepastian hukum atas musibah yang menimpa Hasan,” ungkap Mustakim.

Untuk diketahui, pihak kepolisian dalam hal ini telah melakukan tindakan yang dianggap perlu termasuk mengamankan warga terduga.

“Tetapi sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pertemuan itu pihak Kepolisian bahkan mengaku masih kesulitan memperoleh alat bukti dan saksi-saksi,” tambah politisi partai Demokrat asal Kecamatan Barang Rea itu.

Menurut Mustakim, dalam pertemuan itu pihaknya melalui komisi I, Sat Pol PP maupun Kepolisian setidaknya telah menyepakati dua hal penting. Pertama, rasa keadilan bagi korban yakni proses hukum harus tetap jalan dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian baik dalam melakukan pengusutan dan sebagainya. Kedua, kepastian hukum lebih spesifik ke arah terduga melakukan tindak kejahatan, dimana kepolisian tidak bisa serta merta menahan seseorang tanpa alat bukti yang cukup dan saksi-saksi yang menguatkan.

Sembari menunggu proses ini berjalan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat serta memastikan bahwa kepastian hukum bisa ditegakkan, pihaknya lanjut Mustakim sepakat agar Kepolisian dibantu pihak Camat Brang Rea dapat menyampaikan kesepakatan itu secara terbuka di hadapan warga setempat.

“Ini penting agar dalam penanganan kasus itu semuanya memenuhi rasa keadilan dan kepastian hukum. Selain itu agar tidak timbul saling mencurigai yang berkepanjangan antara keluarga korban dan pihak terduga,” terangnya.

Disisi lain, Mustaqim mengamati persoalan itu tidak bisa dilihat sebagai persoalan kriminal biasa tetapi dimungkinkan berkaitan dengan aktifitas pertambang rakyat (PETI) di wilayah itu, sehingga akan menjadi catatan penting bagi pihaknya untuk segera  berkoordinasi dengan komisi lain memikirkan soal PETI. Apalagi Tempat Kejadian Perkara (TKP) maupun modus dalam kasus pembunuhan itu berkaitan dengan keberadaan tambang rakyat.

“Andaikan itu bukan lokasi PETI, maka sangat memungkinkan bagi aparat Kepolisian dalam mengungkapkan kasus itu,” tukas Mustakim.

Hal yang sama juga dikemukakan Kasat Pol PP Sumbawa Barat,  Agus Hadnan SPd, sebagai utusan pemerintah, ia secara pribadi mengaku masih memiliki hubungan family dengan korban pembunuhan maupun pihak terduga.

Menurutnya, keluarga korban dan pihak terduga memang masih memiliki hubungan kekeluargaan. Hanya saja pasca musibah pembunuhan yang terjadi pada Rabu 4 November 2015 lalu, kedua belah pihak sama-sama saling curiga hingga dicekam berbagai kekhawatiran. Setiap akan berpergian masing-masing pihak  keluar secara bersamaan dengan tujuan saling menjaga.

“Rupanya kondisi ini sama-sama di anggap kurang nyaman, jauh dari rasa bebas dan aman sebagaimana suasana sebelum adanya peristiwa pembunuhan itu. Atas dasar inilah hingga akhirnya keluarga korban menyampaikan pengaduan kepada DPRD setempat,” terangnya.

Baik atas nama pribadi sebagai keluarga dari kedua belah pihak maupun atas nama pemerintah, ia menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya pertemuan itu dengan aman dan lancar.

“Pertemuan itu untuk mencari solusi demi ketenangan dan ketentraman kedua belah pihak. Sehingga tidak ada lagi rasa saling curiga, cemas dan ketakutan antara kedua belah pihak,” tandasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Menjamurnya tower atau menara telekomunikasi milik operator seluler di bumi pariri lema bariri memang tak…