Pirin: Siap Berhenti PNS Demi Amanat Rakyat

Taliwang, KOBAR – Pertaruhan besar bagi Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr Ir W Musyafirin MM, dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, karena jabatan tertinggi dalam birokrasi pemerintahan itu akan dilepas, termasuk statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Konsekuensi itu harus diterima saat akan mendaftar sebagai kandidat Bupati KSB, karena dalam Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada pasal 119 mengatakan, pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan mencalonkan diri menjadi Gubernur dan wakil gubernur, Bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari PNS sejak mendaftar sebagai calon.

“Saya siap menerima konsekuensi yang diatur dalam UU tersebut, karena amanat rakyat KSB yang meminta saya untuk maju sebagai Bupati KSB adalah yang paling penting untuk diperhatikan, sehingga mundur sebagai sekda dan tidak lagi menyandang status PNS bukan masalah yang berat,” tegas kandidat Bupati KSB yang memiliki jargon F1 itu.

Selain sebagai bentuk menerima amanat rakyat, pilihan untuk maju menjadi orang nomor satu di Bumi Pariri Lema Bariri juga sebagai bentuk komitmen dirinya untuk lebih bisa berbuat yang terbaik bagi masyarakat dan daerah, karena dengan jabatan Sekda, dirinya belum bisa bekerja dan berbuat lebih maksimal. “Ikhtiar saya, bisa lebih total mencurahkan perhatian kepada masyarakat kalau menjadi pejabat politik, sementara sebagai Sekda ada batasannya,” lanjut Pirin, sapaan akrabnya.

Diakui Pirin, pada dasarnya ia tidak memiliki keinginan untuk maju sebagai kandidat pada pesta demokrasi yang akan dihelat pada Desember 2015 mendatang, namun setiap acara yasinan yang digelar pada malam Jum’at selalu ada kelompok masyarakat yang mendesak dirinya untuk maju sebagai kandidat Bupati KSB periode 2015-2020, termasuk menyerahkan dukungan dalam bentuk kopian Kartu Tanda Penduduk (KTP), sehingga dirinya harus menyatakan sikap untuk menerima amanat tersebut.

“Yasinan yang digelar setiap malam jum’at sebenarnya untuk mendengarkan langsung apa keluhan masyarakat terhadap pelaksanaan pemerintahan saat ini, termasuk untuk meminta masyarakat menyampaikan apa yang menjadi janji politik Bupati yang belum direalisasikan, sehingga dalam penetapan anggaran bisa diarahkan untuk menyelesaikannya,” bebernya.

Pada kesempatan itu Pirin juga menegaskan bahwa tidak benar jika dirinya batal untuk maju sebagai kandidat Bupati, lantaran terhadang oleh UU ASN, karena mundur sebagai PNS dan meninggalkan jabatan Sekda bukan konsekuensi yang berat baginya. “Mundur sebagai sekda itu konsekuensi pribadi yang harus dikalahkan oleh amanat rakyat, jadi saya sudah menyatakan diri siap maju demi merealisasikan amanat rakyat tersebut,” tandasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perwakilan managemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dengan karyawan…