Penjabat Bupati KSB “Semprot” Aparatur Saat Apel Syukur

Abdul Hakim: Aparat Mestinya Jadi Tauladan Masyarakat

Taliwang, KOBAR – Penjabat Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dr H Abdul Hakim MM, saat memimpin apel syukur yang dilaksanakan di halaman kantor Graha Fitrah pada Selasa 20/10 kemarin, menyemprot aparatur peserta apel, lantaran dinilai masih kurang disiplin dan tetap nekat terlibat dengan politik praktis atau melanggar aturan tentang netralitas sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Disampaikan Abdul Hakim, ada tiga orang aparatur yang terbukti melanggar aturan netralitas dan telah diberikan sanksi, baik itu penundaan kenaikan pangkat maupun penundaan gaji berkala. Jumlah aparatur yang diberi sanksi bakal bertambah, karena masih ada laporan bahwa ada aparatur yang aktif ikut terlibat dalam politik praktis. “Saya berharap aparatur lebih disiplin dan paham dengan aturan, jadi tolong dijaga netralitas,” pintanya.

Abdul Hakim mengakui bahwa sebagai aparatur harus tetap mempunyai pilihan dalam politik, namun tidak harus diperlihatkan apalagi terlibat secara langsung mendukung salah satu pasangan calon, karena dalam aturan sudah cukup jelas melarang adanya aktifitas aparatur dalam politik. “Silakan dukung pasangan calon dengan memberikan hak pilih, namun jangan sampai ikut berkampanye atau terlibat langsung dalam pesta politik tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Abdul Hakim juga meminta kepada seluruh aparatur agar berpartisipasi menjaga kondusifitas daerah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Saya harap semua aparatur bisa menjadi contoh dalam menjaga stabilitas daerah,” lanjutnya.

Abdul Hakim juga menyinggung soal kebiasaan aparatur melanggar lalu lintas, baik tidak menggunakan helm maupun menabrak lampu merah, padahal aparatur harus menjadi contoh bagi masyarakat. “Saya masih cukup sering melihat ada aparatur yang tidak disiplin dalam berlalu lintas, bahkan secara terang-terangan tidak menggunakan helm, termasuk tidak patuhi rambu lalu lintas,” sesalnya.

Abdul Hakim juga mengajak seluruh aparatur, termasuk masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan pemberantasan minuman beralkohol, dengan cara memberikan laporan kepada aparatur, termasuk kepada Polisi Pamong Praja (Pol PP), agar bisa ditindak tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). “Saya berikan apresiasi atas kerjasama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan Pol PP dalam rangka pemberantasan miras,” ungkapnya.

Sementara juru bicara pemerintah KSB, Najamuddin Amy S.Sos MM, kepada media ini mengaku bahwa penjabat Bupati KSB terus mengajak aparatur untuk lebih disiplin dan meminta aparatur untuk tidak terlibat politik praktis, agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tanpa ada pandang bulu. “Setiap apel selalu ada kritikan, saran maupun ajakan yang disampaikan pejabat Bupati KSB. Hal itu lebih pada semangat membangun daerah tanpa harus ada pelanggaran hukum,” urainya.

Diingatkan Najam, sapaan akrab kabag Humas protokol itu, peringatan agar tidak melanggar aturan netralitas cukup sering disampaikan penjabat Bupati KSB, namun masih ada juga yang melanggar. Hal itu bisa dilihat dengan pemberian sanksi terhadap tiga orang aparatur tersebut. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) terancam akan kembali dirumahkan, jika dalam waktu dekat perusahaan…