);

Penerima Dana Rutilahu Desa Labuhan Lalar Sepakat Uang Yang Diterima Dipotong

Taliwang, KOBAR – Setelah sempat berkeberatan terhadap dana yang diterima, akhirnya 20 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu), di Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, bersepakat Rp 3 juta bersedia dipotong untuk keperluan administrasi dan sewa tukang.

Kesepakatan itu terjadi dalam pertemuan yang digelar di kediaman Amiruddin Embeng SE, Anggota DPRD KSB, Jum’at, (1/11) pagi. Hadir dalam pertemuan itu, M Amin, Kepala Bidang Fakir Miskin (Kabid FM) Dinas Sosial KSB, Ketua Kelompok IV beserta anggota, Ketua Kelompok V beserta anggota, dan beberapa awak media.

Pada pertemuan tersebut, Ion Anwar, suami dari ketua kelompok V, sekaligus Kepala Dusun Muhajirin, Desa Labuhan Lalar, menerangkan, bahwa dirinya beserta anggota kelompok lain telah menyetujui untuk menyimpan Rp 3 juta dari Rp 15 Juta anggaran yang mereka terima.

“Selain sebagai Kadus, saya juga suami dari ketua kelompok lima pak, dan pasti saya juga termasuk yang menerima dana Rutilahu tersebut. Benar kami terima Rp 12 juta, dan Rp 3 jutanya kami sepakati sebagai dana saving, untuk keperluan administrasi dan sewa tukang,” kata Ion Anwar, di hadapan awak media.

Baca Juga :  Dana Rutilahu di Desa Labuhan Lalar Diduga Ditilap

Selain Ion, seluruh anggota kelompok membenarkan apa yang disampaikan Ion Anwar, dan mereka mengakui telah menyepakati Rp 3 juta dari dana yang mereka terima untuk disimpan di masing-masing ketua kelompok untuk keperluan administrasi dan sewa tukang.

Tak hanya itu, beberapa anggota kelompok menerangkan, bahwa sisa anggaran Rp 3 juta miliknya sudah dikembalikan oleh ketua kelompok kepada dirinya, karena tidak habis terpakai untuk keperluan administrasi dan sewa tukang.

Sementara itu, M Amin, Kabid Fakir Miskin, Dinas Sosial KSB, menjelaskan, bahwa dalam aturan program RS-Rutilahu, tidak dibenarkan anggaran itu disimpan. Namun, ketika itu telah disepakati oleh masing-masing anggota kelompok, maka sah-sah saja, asalkan dipergunakan untuk kepentingan rumah mereka.

“Secara aturan, berkaitan dengan dana saving atau segala macam tidak ada. Namun, ketika masing-masing kelompok menyetujui, dan tidak ada protes dari anggota lainnya, itu tidak apa-apa,” jelas Amin.

Baca Juga :  Mahasiswa Gedor Graha Fitrah, Tuntut Anggaran Subsidi Pendidikan

Ia juga menambahkan, bahwa dari hasil pengecekan lapangan tim Dinas Sosial, progres pekerjaan rehabilitasi rumah penerima bantuan RS-Rutilahu di Desa Labuhan Lalar rata-rata telah mencapai 70 persen.

“Pantauan tim kami di lapangan, progres pekerjaan rehab rumah di Desa Labuhan Lalar, rata-rata telah mencapai 70 persen. Selanjutnya tetap akan kami dampingi dan pantau hingga semuanya rampung,” pungkas M Amin. (kras)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
"Anak-anak Belajar di Emper dan Mushallah" Seteluk, KOBAR - Sebanyak 3 unit bangunan baru yang…