Penambang Emas Dilarang Buang Limbah Ke Sungai

Taliwang, KOBAR – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan akan melakukan sosialisasi kepada para penambang emas tradisional untuk tidak membuang limbah tambangnya ke aliran sungai. Hal itu dilakukan menyusul adanya hasil uji sample air sungai oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) yang menyebutkan, kondisi air di beberapa aliran sungai terindikasi terpapar bahan kimia berbahaya jenis Merkuri.

Kepala BLH, H Usman HI, mengatakan, berdasarkan hasil koordinasinya dengan Dinas ESDM, hasil uji sample itu memang ditemukan adanya kandungan Merkuri (Hg) pada aliran air sungai  di Kecamatan Taliwang dan aliran air sungai di Desa Moteng Kecamatan Brang Rea.

“Aliran air Sungai di kedua wilayah itu dinyatakan positif tercemar Merkuri. Tapi persentasenya tidak melebihi ambang batas atau melampaui baku mutu kelas II sekitar 002 Mg/L. Kisaran kadar yang berhasil diuji mulai dari 002 Mg/L sampai dengan 1, 72 Mg/L di wilayah hilir,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun persentasi terpaparnya aliran air sungai itu berada dibawah ambang batas, namun tetap akan dapat menimbulkan dampak. Baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan.

“Oleh karenanya sosialisasi akan kembali kita lakukan. Kita juga berencana akan melokalisasi keberadaan gelondong yang aktifitasnya berdekatan dengan aliran sungai,” timpalnya.

Lepas dari terpaparnya aliran sungai tersebut, pihaknya juga mendesak agar PT Indotan selaku pemilik lahan konsesi segera beraksi termasuk melakukan pembinaan terhadap para penambang emas tradisional sesuai komitmen yang pernah disampaikan sebelumnya.

“Ada keterkaitan antara penambang emas tradisional dengan PT Indotan ini. Untuk itu segera lakukan pembinaan,” tukasnya.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ir H Muslimin HMY MSi, membenarkan, jika sejauh ini Indotan selaku pemilik lahan konsesi belum memberikan informasi terkait rencananya untuk melakukan pembinaan kepada para penambang emas tradisional.

“Dulu mereka gencar menyampaikan akan melalukan pembinaan itu. Kini mereka seolah menghilang dan tidak ada tidak lanjut sama sekali. Kalau memang serius berinvestasi semestinya itu sudah harus dilakukan termasuk komitmennya yang akan melakukan pembinaan terhadap penambangan tradisional yang ramah lingkungan,” demikian Muslimin. (kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Pemerintah Perketat Pengawasan Obat dan Makanan” Taliwang, KOBAR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kian perketat pengawasan…