Pemerintah Belum Bisa Droping Air Bersih Untuk Warga Mantar

Taliwang, KOBAR – Beberapa lokasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang mengalami kekeringan sampai tidak bisa terpenuhi air bersih telah dilayani dengan cara droping air bersih menggunakan mobil tangki, tetapi tidak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Mantar.

Kesulitan air bersih yang dirasakan masyarakat Mantar saat ini telah diketahui pihak pemerintah, namun cara pendistribusian air yang belum ada solusinya, karena akses menuju lokasi bukan sekedar terjal, tetapi kerusakan jalan ditambah dengan kemiringan yang luar biasa membuat pemerintah tidak berani mengambil langkah coba-coba.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Drs Thalib Abdullah yang dikonfirmasi media ini melalui selularnya selasa 21/10 kemarin mengatakan, saat ini sedang dipikirkan solusi terbaik dan permanen untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat yang berada di atas desa Mantar tersebut.

Thalib mengakui bahwa sudah mendapatkan laporan tentang kekeringan di desa yang telah dicanangkan sebagai Desa Budaya tersebut, namun pihaknya tidak ingin mengambil resiko dengan melakukan pendistribusian air menggunakan mobil tangki. “Saya bisa pastikan tidak mungkin mobil tangki bisa sampai di atas Mantar, jadi perlu dipikirkan solusinya, sehingga pemerintah bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga Mantar,” timpal Thalib.

Terkait dengan rencana pengiriman air menggunakan mobil yang dobel garden (4X4), Thalib mengaku juga tidak efektif, karena yang bisa diangkut bukan dalam jumlah besar. Jika pengangkutan dalam jumlah besar, tidak ada sopir yang berani untuk mengantarnya, mengingat akses menuju lokasi sudah semakin parah. “Tidak efektif dan efisien dengan cara pengangkutan menggunakan mobil dobel gardan, sehingga BPBD belum mengambil langkah untuk pendistribusiannya,” lanjut Thalib.

Pada kesempatan itu Thalib menjelaskan, saat ini masih ada titik mata air yang bisa memenuhi kebutuhan warga, meskipun harus menempuh jalan hingga mencapai 3 KM dan mereka juga harus antri, sementara mata air yang cukup dekat dengan pemukiman kondisinya sudah parah atau masuk kategori kering.

Informasi yang dihimpun media ini, mata air yang dipergunakan masyarakat selama ini ada di Ai Mante. Lokasi itu masuk kawasan desa, dengan jumlah debit yang cukup tinggi, sehingga bukan hanya bisa memenuhi kebutuhan bahkan melimpah, namun saat ini keberadaan mata air itu sudah tidak bisa diandalkan, dimana untuk mendapatkan air satu ember membutuhkan waktu satu jam.

Kekeringan juga terjadi pada mata air Ai Kalku dan Ai Buah, sehingga masyarakat harus turun dari pemukiman menuju mata Air Ai Tete yang berada di Omal Sapa. Jarak tempuh jika harus jalan kaki bisa mencapai 3 jam. Aktifitas pengambilan air dilakukan warga lebih banyak pada malam hari.

Ketakutan pihak BPBD sangat beralasan, dimana untuk mencapai Desa Mantar harus melalui empat tanjakan berbahaya, dengan kondisi kemiringan dan kerusakan jalan. Tanjakan yang cukup berbahaya itu ada pada Pruak Kele, tanjakan Ai Punti, Tanjakan Sune dan yang cukup berbahaya adalah tanjakan terakhir. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “Pemerintah Belum Bisa Droping Air Bersih Untuk Warga Mantar

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Tawaran sejumlah perusahaan untuk melakukan investasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah cukup banyak, bahkan…