Pemda KSB Deadline PETI

Taliwang – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memberikan batas waktu (Deadline) hingga tanggal 15 April kepada para pelaku Penambangan Tanpa Ijin (PETI) untuk membongkar gelondong dan tong, dan menghentikan total aktifitasnya.

“Pemkab Sumbawa Barat telah mengirimkan surat peringatan, yang isinya menegaskan bahwa, para pemilik gelondong diberikan waktu hingga batas akhir tanggal 15 April untuk membongkar gelondong dan tong, dan menghentikan total aktifitasnya,” kata Yahya Soud, Kabag Humas PDE KSB, Sabtu (7/4).

Ditanya mengenai kemungkinan ada PETI yang mangkir hingga batas waktu yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Ia mengatakan, Pemerintah akan menurunkan tim terpadu dan akan mengambil tindakan tegas.

“Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan tersebut ternyata masih mangkir, maka Tim terpadu yang bertugas menangani hal tersebut, akan mengambil tindakan tegas. Ini adalah sikap yang harus diambil oleh Pemkab Sumbawa Barat, demi untuk kemaslahatan masyarakat KSB,” tegas Kabag Humas PDE Sumbawa Barat.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ini, menyusul pernyataan Wakil Bupati Sumbawa Barat, Drs H Mala Rahman, saat melantik 5 Kepala Desa terpilih di Kecamatan Brang Rea. Yaitu; Syafruddin, Kepala Desa Lamuntet. Ruslan, Kepala Desa Rarak Ronges. Jayadi, Kepala Desa Moteng. H Abbas Riadi SH, Kepala Desa Seminar Salit. Dan Ahmad, Kepala Desa Tepas Sepakat. Kamis (05/04) di Kantor Camat Brang Rea.

Pada kesempatan itu, Mala Rahman, menekankan agenda penting yang harus menjadi perhatian para kepala desa terpilih, diantaranya, penertiban PETI di wilayah masing-masing.

“Maraknya aktifitas Penambangan Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Kecamatan Brang Rea ini harus segera kita sikapi bersama. Sebab hasil penelitian sebuah lembaga riset yang bekerjasama dengan Pemkab Sumbawa Barat, menemukan pencemaran lingkungan akibat dari aktifitas Gelondong dan Tong yang ada di wilayah ini, dan kondisinya sudah memprihatinkan,” ungkap Mala Rahman.

“Ini harus saya sampaikan dan segera kita tindaklanjuti, karena ini berkenaan dengan masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang. Dan alangkah bagusnya, mari kita kelola lahan pertanian kita dengan baik, karena itu sangat bermanfaat serta memberikan hasil yang rill, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat KSB,” pungkas Wakil Bupati Sumbawa Barat. [rm/mi]

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

One thought on “Pemda KSB Deadline PETI

  1. pemeritah belum ada langkah nyata sebagai bentuk keseriusan dalam menegakkan aturan yg ada di daerah. oleh krnnya bila pemerintah ingin agar daerah ini benar2 ingin menegakkan aturan maka hendaknya murni, sehingga statmen pemda tdk menjadi rana penghasilan oknum atau kelompok penentu kebijakan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
“Janganlah kamu meminta jabatan dalam pemerintahan. Karena jika kamu diberi jabatan karena permintaanmu, maka bebanmu…