Pasca Penetapan Nomor Urut, Perang Nomor Mulai Marak

Taliwang, KOBAR – Tiga pasangan calon yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai peserta Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) akhirnya mendapatkan nomor urut resmi. Melalui rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (26/8) kemarin, ketiga pasangan calon memilih masing-masing nomornya melalui mekanisme undian.

Bertempat di aula pertemuan hotel Grand Royal Taliwang, proses pengundian nomor urut pasangan calon ini berlangsung riuh. Sejak awal masing-masing pendukung pasangan calon sudah menunjukkan antusiasmenya. Masuk ke dalam ruang rapat, para pendukung saling meneriakkan yel-yel para jagoannya. Riuhnya teriakan para pendukung pasangan calon itu, sempat membuat KPU dan aparat kepolisian berkali-kali mengimbau agar tenang.

Sesuai mekanisme pengundian, masing-masing pasangan calon terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk menarik undian. Undian tahap pertama ini untuk menentukan urutan  nomor. Dalam proses ini kebagian tugas masing-masing calon wakil pasangan calon. Di urutan pertama sesuai nomor registrasi kehadiran di acara pleno, Mala Rahman – Iwan Panjidinata (MAPAN) mendapat kesempatan perdana dan berhasil mencabut nomor urut dua, berikutnya pasangan Musyafirin – Fud Syaifuddin (F1) mencabut nomor urut tiga sementara calon wakil  bupati pasangan HM. Nur Yasin – Masra Jayadi (Nurmas) mendapat nomor urut satu.

Mengacu hasil pengudian tahap pertama tersebut, selanjutnya tugas para calon bupati untuk menarik nomor urut utamanya. Berturut-turut HM Nur Yasin (Nurmas), Mala Rahman (MAPAN) dan calon bupati pasangan F1 Musyafirin mengambil tabung berisikan nomor urut yang akan menjadi identitas urutan pasangan calon selama proses dan tahapan Pilkada. Saat KPU mempersilahkan masing-masing pasangan calon membuka tabung dan memperlihatkan hasilnya, pasangan MAPAN akhirnya berhasil memilih nomor satu, pasangan Nurmas nomor dua sementara pasangan F1 tetap konsisten dengan pilihannya yakni nomor tiga.

Ketua KPU KSB Khairuddin SE, mengatakan, nomor urut yang telah diundi akan menjadi nomor urut resmi masing-masing pasangan calon. Nomor tersebut nantinya akan digunakan untuk segala bentuk keperluan selama pelaksanaan Pilkada berlangsung. “Selamat pada masing-masing pasangan calon yang telah memilih nomor urutnya,” terangnya sesaat setelah pengundian.

Sementara itu masing-masing pasangan calon yang telah menarik nomor urut, mengaku tak pernah memprediksi sebelumnya. Namun demikian, mereka bersepakat bahwa nomor urut yang dipilihnya itu memiliki arti tersendiri dan terpenting memberikan sinyal kemenangan pasangannya.

Misalnya calon wakil bupati pasangan MAPAN, Iwan Panjidinata mengatakan, nomor urut satu yang dipilihnya baik secara perlambang maupun harafiah sudah menandakan kemenangan. “Kami tidak pernah menyangka sebelumnya, tapi nomor satu itu sesuai harapan kami yang berarti kemenangan,” cetusnya.

Demikian pula pasangan Nurmas. HM Nur Yasin mengatakan, nomor urut dua pilihannya melambangkan keseimbangan. Dalam pemerintahan menurutnya, keseimbangan sangat dibutuhkan karena pemerintah bertugas memberikan pelayanan. “Nomor dua itu victory (kejayaan). Dan walau kami tidak pernah memprediksinya, kami pasti akan menang,” tandasnya.

Tak mau kalah, pasangan F1 pun punya arti tersendiri dengan nomor urut tiga yang diperolehnya. Kepada wartawan Musyafirin mengatakan, nomor tiga yang menjadi pilihannya merupakan bentuk konsistensi F1, karena sejak pencabutan nomor urut pengundian hingga nomor urut yang akan dijadikan identitas F1 selama pelaksanaan Pilkada tetap nomor tiga. “Pak Fud tadi cabut nomor tiga, nah saya juga cabut nomor 3. Itu artinya konsistensi,” cetusnya.

Selain itu lanjut dia, nomor tiga sesuai dengan hittah yang akan diperjuangkan F1 jika kelak diberikan kepercayaan untuk melanjutkan tongkat etafet pembangunan 5 tahun KSB. Yakni F1 akan memperjuangan tiga hal diantaranya berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan ketiga berkepribadian secara budaya. “Nomor tiga ini sudah menjadi sinyal bahwa dengan niat tulus kami, Allah akan meridhoi pasangan ini untuk memimpin KSB berikutnya,” tukasnya.

Usai melakukan penarikan nomor undian, KPU KSB selanjutnya menggelar deklarasi Kampanye Damai. Masing-masing pasangan calon berikut pendukungnya, KPU, Panwaslu, aparat Kepolisian serta seluruh pihak terkait turut mengumandangkan isi deklarasi tersebut yang berisikan komitmen para pihak menjaga kualitas Pilkada KSB. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat mengakui, bahwa rangkaian seluruh lampu merah…