Pasar Bebas ASEAN Mulai Mengusik Sumbawa Barat

Fahri Hamzah: MEA Bukan Ancaman, Tapi Tantangan

Taliwang, KOBAR – Tahun 2016 merupakan tahun yang sangat mendebarkan karena Indonesia telah memasuki pemberlakuan perdagangan bebas di kawasan ASEAN atau dikenal dengan istilah ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA menuntut semua pihak proaktif mempersiapkan diri. Karena dampak dari MEA itu adalah orang Indonesia bebas bekerja di 10 negara ASEAN dan sebaliknya 10 negara ASEAN lainnya bebas bekerja di Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah SE, menyatakan, perkembangan dunia di era globalisasi tengah memasuki persaingan yang ketat. Ditambah dengan penerapan persaingan ekonomi bebas di wilayah Asia Tenggara melalui MEA. Tentunya lanjut Fahri, kesiapan masyarakat Sumbawa Barat dalam menghadapinya sangat dibutuhkan. Sebab regulasi itu bermakna kompetisi yaitu bersaing dalam banyak sektor dengan 10 negara ASEAN.

“MEA di tahun 2016 itu merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua, walau harus diakui pemerintah terlambat dalam mengantisipasinya. Namun Masyarakat Sumbawa Barat harus bersiap menghadapinya,” katanya.

Tentunya lanjut Fahri, cara bersaing harus didukung kesiapan semua pihak termasuk pemerintah, terutama kesiapan menghadapi perkembangan teknologi usaha dan bursa kerja.

Menurut Fahri, saat ini teknologi pemasaran usaha tengah berkembang pesat, sehingga masyarakat dan pemerintah harus menyesuaikan diri dengan trend perkembangannya.

“Khusus dalam dunia usaha, kita harus siap dengan pemanfaatan teknologi pemasaran melalui banyak aplikasi yang saat ini tengah trend,” tandasnya.

Dengan demikian kata Fahri, masyarakat mesti siap dengan perubahan teknologi pendukung ekonomi yang begitu cepat.

“Kita harus siap, supaya tidak kaget dengan perkembangan cara persaingan usaha,” imbuhnya.

Selain itu, peran pemuda sebagai agen perubahan bangsa sangat diharapkan. Mengingat kelangsungan pembangunan di negeri ini berada di pundak generasi muda.

“Pemuda juga harus berperan dalam membangun bangsa melalui caranya sendiri,” tukasnya.

Karenanya, para pemuda diminta untuk mempersiapkan diri dengan bekal kompetensi yang memadai. Jadikan MEA sebagai tantangan bukan sebagai ancaman. Dan diharapkan agar para pemuda jangan hanya pandai berteori namun nol dalam praktek.

“Pemuda harus paham cara berusaha, jangan hanya berteori,” demikian Fahri. (kans)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
"Prestasi Penting, Jujur Yang Utama" Taliwang, KOBAR - Sebanyak 1.349 siswa SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumbawa Barat,…