Palu Ketua DPRD KSB Jadi Rebutan

“Wajah Baru VS Wajah Lama”

Taliwang, KOBAR – Dari 25 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang masih menjabat, mayoritas diantaranya kembali mencalonkan diri mereka sebagai legislatif untuk periode 5 tahun kedepan. Hanya 2 orang yang tidak mencalonkan diri mereka kembali untuk DPRD KSB, tapi ke DPRD Provinsi NTB. Satu diantaranya adalah, Muhammad Nasir ST, ketua DPRD KSB yang sedang menjabat.

Posisi pimpinan DPRD merupakan posisi seksi yang ingin direbut seluruh partai politik (Parpol) peserta Pemilu. Sehingga jelang pemungutan suara mendatang, seluruh parpol mengerahkan segenap daya upaya mereka, agar bisa menduduki kursi pimpinan, terutama merebut palu ketua DPRD KSB.

Akhairuddin SPdI MPdI, pengamat sosial politik dari Deaguru Institute, memprediksi hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 bisa sama dengan Pileg 2014, di mana wajah baru akan lebih dominan dari wajah lama di DPRD KSB. Namun syaratnya, calon anggota legislatif (caleg) baru harus lebih masif dan banyak turun ke lapangan.

“Peluangnya lebih banyak wajah baru,” kata Akhairuddin, kepada awak media ini, kemarin.

Sebagaimana diketahui, p‎ada Pileg 2019, ada sekitar 98 persen petahana DPRD KSB akan bertarung kembali. Jika mengaca pada Pemilu Legislatif 2014, caleg baru yang duduk di parlemen ada 70 persen. Sementara Caleg petahana 30 persen.

Akhairuddin menjelaskan, ada dua syarat yang mesti dilakukan oleh caleg baru. Pertama, perlu penggalangan dukungan dari publik secara sistematis dan terukur. Misalnya menggunakan pendekatan survei persepsi publik untuk mengetahui bagaimana persepsi publik terhadap berbagai isu sosial kemasyarakatan.

Dengan metode itu, hasil survei bisa menjadi rujukan bagi caleg baru untuk melakukan kampanye yang terukur sesuai dengan kehendak publik. Selain itu, program yang ditawarkan kepada rakyat mestinya berbasiskan survei. Sehingga publik melihat bahwa caleg yang tampil paham dengan persoalan yang sedang dihadapi rakyat.

Kedua, caleg yang baru perlu melakukan kampanye dari rumah ke rumah (door to door campaign). Kampanye model seperti ini sangat efektif dan efisien bagi caleg baru.

“Dari hasil survei lembaga kami, mayoritas pemilih ingin dikunjungi oleh caleg. Jika mereka dikunjungi oleh caleg, maka peluang untuk dipilih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan kampanye serupa,” jelas Akhairuddin.

Dia mengingatkan, lawan dari caleg yang baru sangat sulit yakni berlawanan dengan petahana yang memiliki banyak sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak elektoral. Pemilu 2019 memang tidak mudah bagi caleg baru di tengah tenggelamnya gaung pileg karena gaung pilpres yang lebih dominan.

‎”Pemilu yang serentak telah membuat gaung Pileg tenggelam oleh gaung Pilpres. Jumlah partai politik (Parpol) yang begitu banyak juga membuat masyarakat kesulitan memposisikan dirinya. Kondisi ini membuat partai besar akan tetap mendapatkan dampak positif karena sudah jauh lebih dikenal dibandingkan dengan partai yang baru,” tutup Akhairuddin. ‎

Sementara itu, Caleg Petahana dari Partai Nasdem, Masadi SE, kepada media ini, mengatakan, bahwa sampai saat ini gerakan politik para patahana masih kuat dibandingkan pendatang baru, sebab mereka yang sudah menjabat tentu sudah memiliki massa, tinggal hanya menambah saja.

“Saya yakin 75 persen kursi DPRD KSB masih akan diisi petahana, sebab pendatang baru ini belum pernah memperlihatkan keberhasilan mereka di tengah masyarakat,” ungkap Masadi optimis.

Berbeda dengan Masadi, Syafruddin Deny SE, Caleg petahana dari Partai Hanura, mengatakan, bahwa peluang untuk pendatang baru dengan petahana hampir seimbang. Sebab kedua kubu ini memiliki semangat dan harapan yang sama-sama besar.

“Menurut saya, 70 persen lebih untuk pendatang baru. Dan 60 persen untuk petahana,” tutup Deny. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta patuh terhadap aturan yang telah diatur dalam…