Merah Putih ‘Tak Berharga’ Bagi Toko Modern

Taliwang, KOBAR – Rasa cinta tanah air wajib ditunjukkan oleh segenap warga negaranya. Ketika masyarakat ramai mengibarkan  sang  merah putih dan memasang umbul-umbul untuk memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Toko Modern yang tersebar di beberapa titik di kota Taliwang justru sebaliknya.

Pantauan Media ini, sepanjang jalan, kantor instansi pemerintah hingga perbankan, atribut dan aksesoris berwarna merah putih terlihat ramai. Selain bendera, atribut lainnya juga nampak menghiasi.

Sayangnya, semangat itu tidak tampak pada sejumlah pelaku bisnis waralaba di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Buktinya, Toko Modern seperti, Alfamart, Indomaret dan restoran Quick Chicken, justru nyaris tanpa nuansa dan atribut merah putih.

Hal itu, tak pelak menjadi sorotan sejumlah warga.  Syamsuryadi Jibes, misalnya, menuding, jika Alfamart terkesan kurang perhatian dan tidak menunjukkan rasa nasionalismenya.

“Smata ka toko nonya rasa TERIMAKASIH LO PARA PAHLAWAN DAN PARA PEJUANG.. Paling tidak kalo tidak mau dihias iya pasang umbul umbullah..sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT RI KE 71 …ALFAMART, ALFAMART ALFAMART….,!!!!,” tulis Syamsuryadi  seperti dikutip melalui akun Facebook Grup Suara Rakyat.

Status yang ditulis langsung mendapat respon dari berbagai pihak yang tergabung dalam group diskusi tersebut. Komentar mereka beragam bahkan menyudutkan toko modern tersebut.

“Masyarakat kecil diminta partisipasinya pada  perayaan HUT RI. Namun malah sebaliknya, organ vital yang menggerakkan perekonomian masyarakat malah enggan untuk berpartisipasi. Anehnya, tidak ada teguran sedikitpun dari yang memiliki kewenangan,” tulis Jay Sakarici mengomentari.

Saat dikonfirmasi, Syamsuryadi,  yang juga Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, menegaskan, rasa nasionalisme toko modern tersebut patut dipertanyakan. Apalagi yang paling fatal, sebuah gerai milik Alfamart, secara sembrono, mengikat bendera merah putih di tiang listrik persis di depan toko tersebut. Padahal tata cara memasang bendera dan tiang bendera, undang-undang telah mengaturnya dengan tegas.

“Dimana rasa patriotisme mereka, ketika melihat warga lain menaikkan bendera. Apakah hatinya tidak terpanggil atau bergetar. Kita, memasang atribut adalah bentuk cinta dan menghormati para pejuang negeri ini,” cetusnya.

Menurutnya, menghormati dan menghargai Bendera Merah Putih sebagai bendera negara adalah wujud dari tanggung jawab masyarakat sebagai warga negara yang baik.  Apalagi UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 7 ayat  3 menegaskan, bendera negara wajib dikibarkan pada setiap hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendididkan, transportasi umum dan transportasi pribadi di seluruh wilayah negara kesatuan republik indonesia dan kantor perwakilan republik indonesia di luar negeri.

“UU itu telah mengatur. Lantas kenapa mereka tidak mematuhi itu,” kecamnya.

Untuk itu, Jibes meminta agar Pemerintah setempat segera bersikap dengan memanggil managemen perusahaan dan minta pertanggungjawabannya.

“Ini harus dilakukan oleh pemerintah agar bisa menjadi pelajaran bagi warganegara lainnya. terlebih, bendera merah putih memiliki filosofi tersendiri,” demikian Jibes.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari managemen toko-toko modern tersebut. (ktas/kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Masih ingat Fadlullah Arofah?, Ia adalah satu-satunya warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang…