Kyai Zul: Semua Hasil Bumi KSB Mesti Diolah Di Sini!

Taliwang, KOBAR – Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) cukup banyak, tinggal kemampuan dalam melakukan pengelolaan dan pengembangannya. Namun kita harus bersepakat bahwa KSB bukan sekedar menghasilkan bahan baku, tetapi harus menjadi produsen atas barang yang dihasilkan.

Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli SH MM, di beberapa kesempatan selalu mengingatkan kepada jajarannya agar terus menggali potensi yang ada untuk dikembangkan, karena pengembangan potensi itu akan berdampak positif bagi masyarakat, termasuk dalam peningkatan perekonomian.

“Mari kita manfaatkan secara maksimal potensi daerah ini dan saya minta kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai motivatornya,” tegas Kyai Zul, sapaan akrabnya.

Masih keterangan Kyai Zul, penggalian potensi yang ada itu harus dengan berbagai kajian dan pertimbangan, terutama dalam menciptakan KSB sebagai daerah produsen, karena multi player efek terlalu kecil kalau hanya sebagai penghasil bahan baku. “Saya harap kita bukan hanya menghasilkan bahan baku, tetapi langsung melakukan pengolahan terhadap bahan baku tersebut sampai pada hasil akhirnya atau mungkin setengah jadi,” tandasnya.

Ketegasan itu kembali disampaikan Kyai Zul saat acara peresmian pabrik rumput laut yang berada di Kertasari, dimana potensi rumput laut yang ada tidak boleh keluar begitu saja atau sebelum dilakukan pengolahan. Permintaan itu telah disambut baik oleh pihak CV Ocean Fresh, dimana mereka akan melakukan pengolahan di Kertasari.

“Saya tidak akan mendukung kalau perusahaan hanya akan membeli rumput lautnya saja, sementara pengolahannya akan dilakukan di luar daerah,” lanjutnya

Disampaikan juga oleh orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri itu, jika dirinya sejak dipercaya untuk menjadi Bupati KSB telah bertekad untuk menjadikan KSB sebagai daerah produsen, atau yang menjadi penyedia hasil bagi daerah lain, termasuk konsep tentang keinginan membangun perusahaan pengolahan konsentrat.

“Kunjungan pertama saya setelah menjadi Bupati adalah Gresik, dimana terdapat perusahaan smelter, karena sangat berharap perusahaan jenis itu akan terbangun di KSB, konsep pikir itu jauh sebelum Pemerintah Pusat menerbitkan Undang-Undang No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” tuturnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Beberapa acara yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tidak dihadiri oleh pengurus…