KSB Bisa Kembangkan Pariwisata Tanpa Alkohol

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2015 mendatang akan mengembangkan dunia pariwisata dengan mulai melakukan penataan objek wisata. Pengembangan pariwisata yang akan dilakukan nanti harus tanpa persetujuan peredaran minuman beralkohol dan seks bebas.

Bupati KSB, Dr KH Zulkifli Muhadli, SH, MM pada beberapa kesempatan mengaku jika bidang pariwisata harus disiapkan sejak sekarang, karena tidak mungkin ditolak pengembangannya, hanya saja perlu diatur lebih rinci agar tidak vulgar, apalagi sampai melegalkan peredaran minuman haram serta hubungan bebas yang merupakan dampak dari pengembangan pariwisata.

“Pengembangan pariwisata tidak harus membuat kita hanyut atau melegalkan apa yang tidak benar, jadi harus formula yang tepat sehingga pengembangan pariwisata tidak berujung pada dampak negatif,” timpal Kyai Zul sapaan akrabnya.

Masih keterangan orang nomor wahid di Bumi Pariri Lema Bariri itu, penolakan pengembangan dunia pariwisata pernah terjadi di wilayah Madura, dimana para kyai di wilayah itu menganggap bahwa pariwisata akan memberikan dampak negatif bagi daerah dan generasi. Hal itu juga akan terjadi di KSB jika kita terlalu membuka ruang untuk dunia pariwisata, jadi antisipasi atas dampak harus lebih kencang. “Saya yakin pariwisata bisa dikembangkan tanpa melegalkan peredaran minuman beralkohol dan seks bebas,” lanjut Kyai Zul.

Pengembangan budaya dan spiritualitas memang menjadi sasaran pada 2015. Turisme harus ditangkis dengan kemampuan daya tangkap terhadap demokrasi dan budaya lokal. Penguatan lembaga pendidikan dan keagamaan bisa mengimbangi kemajuan pariwisata untuk memperkuat masyarakat.

Slogan besar yang harus dimunculkan dalam ambisi pengembangan dunia pariwisata adalah, kalau mau mencari tempat berlibur, objek wisata yang damai dengan penyuguhan alam yang indah dan eksotik bisa dinikmati di Bumi Pariri Lema Bariri.

Kyai Zul pada kesempatan itu juga menuturkan, dalam menyambut pengembangan pariwisata bukan hanya menata Desa Mantar yang telah ditetapkan sebagai desa budaya, tetapi juga akan melaksanakan pembangunan gedung pertunjukan di luar kawasan Kemutar Telu Center (KTC) terutama di wilayah selatan, pembangunan rumah adat, termasuk pembangunan air mancur pada tugu syukur.

Sementara objek lainnya yang harus dibenahi adalah pantai Balad, danau Lebo Taliwang, Gua Mumber di kecamatan Brang Rea, dan Air Terjun di Jereweh. Sementara untuk pantai Jelenga dan pantai Maluk sudah berkembang.

“Objek yang belum berkembang harus diintervensi serius oleh pemerintah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 mendatang, agar seluruh potensi itu bisa menyedot wisatawan,” tegasnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Pemberian kredit pinjaman terhadap Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) oleh PT. Bank…