KSB Aman Dari Wabah Anjing Gila

“Anjing dan Kucing Divaksin Rabies”

Taliwang, KOBAR – Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah rabies atau anjing gila di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kian mengkhawatirkan. Untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengimbau kepada masyarakat untuk mengeliminasi anjing yang berkeliaran bebas, guna mencegah adanya korban atau rabies mewabah di KSB.

Hal tersebut dilakukan, mengingat Sumbawa Barat merupakan pintu keluar masuk antar pulau di NTB yang rawan adanya kasus rabies. Selain mengeluarkan imbauan, Pemkab juga akan melakukan vaksinasi dan eliminasi terhadap sejumlah anjing liar.

“Di Sumbawa Barat kondisinya sejauh ini masih aman dari adanya anjing gila. Tapi, untuk mengantisipasi penyebaran dan penularannya, Pemda akan melakukan vaksinasi dan eliminasi terhadap sejumlah anjing liar, khususnya yang ada di Desa perbatasan, seperti kokarlian dan Desa Poto Tano,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Suhadi SP MSi, saat ditemui media ini.

Ia juga menambahkan, bahwa untuk melakukan vaksinisasi secara keseluruhan di seluruh Kecamatan belum bisa karena keterbatasan anggaran. Yang ada hanya penawar racun untuk hewan yang dieliminasi. Itupun terbatas, hanya untuk satu kecamatan saja.

Meski demikian, pemerintah melalui bidang peternakan terus berupaya memaksimalkan antisipasi adanya penyebaran virus yang dibawa anjing gila. Termasuk dengan mengeliminasi anjing liar di seluruh Desa se KSB.

“Minggu depan kita akan eliminasi, kita tunggu pihak provinsi untuk melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Untuk eliminasi yang digelar minggu depan, ia mengaku sudah berkoordinasi dan bersurat ke pemerintah desa Kokarlian dan Desa Poto Tano.

“Kami sudah memberitahukan bahwa akan ada eliminasi anjing liar. Selanjutnya kami juga sudah meminta untuk disediakan tempat atau lokasi untuk mengubur anjing liar jika ada yang terindikasi rabies. Selain itu juga, kami juga meminta agar anjing peliharaan agar diikat oleh pemiliknya untuk meminimalisir penularan rabies,” tukas Suhadi.

Menurutnya, perlu kerjasama semua pihak untuk mengantisipasi hal ini. Pemerintah serta masyarakat harus pro aktif untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Kita berharap tidak ada terjadi kasus rabies di KSB. Untuk itu perlu kerjasama yang baik, supaya binatang yang dapat tertular bisa kita jaga, dan kita jauhkan dari lingkungan sekitar,” tutup Suhadi. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Brang Ene, KOBAR - Bantuan pendidikan oleh pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Daerah terus bergulir. Bahkan…