Konversi Mitan Ke Gas di Sumbawa Barat Molor

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyatakan bahwa rencana konversi dari minyak tanah (Mitan) ke gas elpiji 3 Kg di KSB masih belum jelas hingga saat ini. Padahal pada awal tahun, sempat ada kabar bahwa program konversi itu akan dilaksanakan pada bulan september tahun ini. Namun, semenjak gempa bumi yang menerjang Lombok dan Sumbawa, program itu menjadi tidak jelas.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) UMKM, melalui Kabid Perdagangan, Rahadian SPd MSi, kepada awak media ini, menjelaskan, bahwa Pertamina sebelumnya, telah menjadwalkan kegiatan itu dilaksanakan pada awal september, namun diundur hingga waktu yang belum ditentukan, sejak gempa bumi menerjang Lombok Sumbawa.

“Pertamina telah menjadwalkan waktu konversi gas itu awal September lalu, namun dikarenakan adanya bencana gempa, pihak pertamina mengundur waktu konversi gas hingga waktu yang belum ditentukan. Semoga saja bisa dilakukan bulan Oktober ini,” papar Rahadian.

Disinggung terkait banyaknya tabung gas elpiji 3 Kg yang diperjualbelikan secara bebas di daerah ini, meskipun KSB belum termasuk wilayah konversi. Rahadian tidak membantah hal itu. Hanya saja, pihaknya, tidak bisa berbuat banyak terkait masalah itu.

“Tidak ada kewenangan kami untuk menyetop peredaran gas 3 Kg itu di KSB, karena petunjuk teknisnya belum ada. Justru yang harus bergerak adalah aparat penegak hukum,” jelasnya.

Dikatakan Rahadian, bahwa fakta di lapangan, memang banyak gas 3 Kg beredar di masyarakat, dan itu bisa dikategorikan ilegal. Karena KSB belum termasuk dalam wilayah konversi di NTB ini. Namun mekanisme pasar sulit untuk dibendung, yang membuat gas ini tetap ada beredar di daerah yang belum masuk wilayah konversi.

“Perusahaan yang akan menyediakan tabung  gas itu sudah siap. Tinggal menunggu instruksi dari Pertamina. Ketika program konversi sudah dilakukan, maka harga tabung gas 3 Kg di pasaran berkisar Rp16.000 hingga Rp 18.000 per tabung,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan berjalannya program konversi itu, maka secara otomatis minyak tanah akan ditarik dari peredaran secara berlahan. Pasokan mitan oleh Pertamina ke KSB akan berkurang secara bertahap. Tentu saja Pemerintah pasti akan melakukan pendataan kepada masyarakat terkait siapa saja yang berhak mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

“Subsidi itu dilakukan, agar masyarakat mau beralih dari mitan ke gas. Karena kedepan pasokan minyak tanah untuk KSB akan dikurangi secara berlahan,” demikian Rahadian. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Penggunaan fasilitas negara berupa Kendaraan Dinas (Randis) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat…