Konflik PSSB Minta Diselesaikan

Taliwang, KOBAR – Konflik pertanggung jawaban penggunaan anggaran dalam internal managemen Persatuan Sepakbola Sumbawa Barat (PSSB) menjadi perhatian para maniak Laskar Undru, suporter tim sepakbola kebanggaan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Suporter maniak asal kecamatan Brang Rea, Ricard kepada media ini menyayangkan adanya konflik di internal managemen PSSB, bahkan mengaku konflik internal itu tidak perlu dipertontonkan secara terbuka, karena keberlanjutan PSSB bukan hanya tanggung jawab para pengurus maupun managemen. “Kami sebagai suporter cukup memberikan andil untuk keberlanjutan PSSB,” timpal Ricard.

Ricard memang mendukung upaya sejumlah pengurus untuk melakukan klarifikasi penggunaan anggaran yang diterima PSSB melalui PT. PS Sumbawa Barat, apalagi nilainya cukup fantastis atau mencapai Rp. 1 miliar lebih, tetapi konflik itu tidak harus terekspos secara terbuka, karena akan membuat para suporter apatis dan berhenti memberikan dukungan kepada PSSB. “Kami ikhlas untuk menyaksikan langsung setiap laga PSSB, meskipun harus mengeluarkan biaya masing-masing, tetapi kalau managemen dan pengurus justru tidak berandil untuk memajukan PSSB, maka kami sebagai suporter juga akan berhenti memberikan dukungan,” timpal Ricard.

Ricard menuding bahwa konflik yang terjadi itu bisa menjadi salah satu penyebab PSSB tidak bisa menjadi juara dan masuk sebagai klub promosi pada Liga Indonesia sebagai kasta tertinggi sepakbola, karena beberapa waktu terakhir kami mendengar para pemain sempat mogok, lantaran gaji yang menjadi hak tidak diberikan.

“Kami para suporter pernah mendengar bahwa para pemain mogok latihan, karena sudah beberapa bulan tidak diberikan gaji. Masalah mogok itu sendiri dipahami para suporter, mengingat managemen dan pengurus PSSB sedang pailit dengan anggaran, tetapi setelah mendengar bahwa tidak sedikit dana yang telah diterima dari PT. Liga selaku pelaksana, termasuk dana dari sponsor, maka kami menuding bahwa konflik internal termasuk penyebab gagalnya PSSB melaju pada kasta tertinggi,” tuding Ricard.

Pada kesempatan itu Ricard meminta kepada ketua umum PSSB untuk segera melakukan pertanggung jawaban atas penggunaan dana dari PT. Liga Indonesia kepada para pengurus, termasuk melakukan perombakan pengurus, mungkin dengan cara itu bisa memacu semangat dan membuat PSSB bisa menjadi tim terbaik sampai menuju kasta tertinggi. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sudah mengambil ancang-ancang untuk memulai pembahasan Rancangan Anggaran…