);

Komisi II Soroti Pabrik Es Poto Tano dan CSR PTBHJ

Taliwang, KOBAR – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memanggil Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) untuk meminta keterangan seputar realisasi program tahun 2014 lalu, termasuk meminta untuk disampaikan apa yang menjadi kendala.

Pertemuan di ruang rapat terbatas itu dipimpin ketua komisi II, Aheruddin Sidik SE ME, didampingi sekretaris komisi II, Agusfian. Hadir juga Syamsuddin dan Masadi SE selaku anggota, sementara dari DKPP selain kepala dinas, Ir H Abbas dan sekdis, drh Khairul Jibriel, juga terlihat beberapa orang kabid lengkap dengan kepala seksi.

Titik fokus pembicaraan dalam pertemuan itu adalah masalah, Balai Benih Ikan (BBI) yang berada di kecamatan Brang Rea, masalah waktu berproduksi pabrik es yang berada di kecamatan Poto Tano, termasuk masalah Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Harapan Jaya (PTBHJ) dan masalah tenaga kerja perusahaan yang melakukan aktifitas pembudidayaan udang panami di tambak Tano.

Baca Juga :  Kecewa Anggaran Dipangkas, Panwaslu KSB Mengadu Ke Bawaslu RI

Terkait dengan beberapa persoalan tersebut, pihak dari DKPP memberikan penjelasan secara tekhnis, termasuk kendala yang dihadapi selama ini, bahkan pada kesempatan itu meminta dukungan komisi II untuk membantu. Penjelasan terhadap beberapa masalah itu bukan hanya disampaikan oleh pimpinan DKPP, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pejabat tekhnis.

Menanggapi penyampaian dari pihak DKPP, sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam komisi II menyampaikan beberapa masukan, termasuk kritikan terhadap pihak DKPP, bahkan pada kesempatan itu diberikan warning waktu, terutama masalah beroperasinya pabrik es Poto Tano, lantaran komitmen awal sudah beroperasi pada Januari lalu, namun sampai saat ini belum juga beroperasi.

Ketua komisi II, Aheruddin menyimpulkan pertemuan tersebut, DKPP harus lebih serius dalam melaksanakan atau merealisasikan program. Untuk masalah keberadaan tong di sekitar BBI Sepakat harus segera ditangani, sementara pabrik es Poto Tano diberikan waktu sampai Maret mendatang dan komisi II akan melakukan kunjungan pada bulan tersebut, dan pihaknya tidak ingin mendapatkan pabrik itu belum beroperasi.

Baca Juga :  Ketua KNPI KSB: Dukung Kyai Zul Bukan Sekedar Bangga, Tapi Karena Prestasi

Menyinggung soal PTBHJ, Aher meminta kepala DKPP untuk segera membangun komunikasi, agar bisa digelar pertemuan bersama komisi II untuk membahas masalah CSR. Harapannya, CSR perusahaan itu untuk tahun awal lebih fokus pada kecamatan Poto Tano, termasuk ingin mmendengarkan langsung apa bentuk CSR yang akan direalisasikan nantinya. (kimt)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Setelah sukses melaksanakan turnamen sepak bola antar klub amatir tahun lalu dan sebagai bentuk…