Komisi II Pastikan Gudang Bulog Dibangun

Taliwang, KOBAR – Upaya serius komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mendesak Badan Urusan Logistik (Bulog), agar segera membangun gudang di Bumi Pariri Lema Bariri membuahkan hasil, bahkan ada kemungkinan dalam waktu tidak terlalu lama, proses awal pembangunan sudah terealisasi.

Ketua komisi II DPRD KSB, Aheruddin Sidik SE, ME yang dikonfirmasi media ini mengaku, mengawal pembangunan gudang bulog sudah dilakukan sejak dulu, jadi harus sampai pada proses pembangunannya, hanya saja waktu itu belum bisa direalisasi, lantaran ada beberapa tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu, terutama soal status lahan yang akan menjadi lokasi pembangunannya.

Diingatkan Aher sapaan politisi muda kecamatan Seteluk itu, pihak Bulog saat itu meminta agar lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan harus dihibahkan terlebih dahulu, bukan status pinjam pakai. Permintaan bulog itu diamini dengan proses penerbitan sertifikat hak milik. “Konfirmasi terakhir yang saya lakukan hari ini (kemarin, red), bahwa pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menerbitakan sertifikat yang dimaksud, jadi tidak ada lagi kendala dalam proses lahan atau tinggal menunggu proses tender dan pekerjaan pembangunannya,” tegas ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu.

Informasi sudah rampung proses penerbitan sertifikat telah disampaikan langsung kepada pihak bulog perwakilan Mataram maupun bulog pusat, dengan harapan pihak bulog segera berproses untuk melakukan tender atas pembangunan gudang bulog tersebut, agar pada musim tanam mendatang gudang bulog itu sudah bisa difungsikan.

“Komisi II akan terus melakukan pengawalan dan pengawasan terhadap proses pembangunan gudang nantinya, agar di akhir tahun ini sudah ada proses pembangunan, sehingga masyarakat bisa lebih cepat menikmati keberadaan bulog itu sendiri,” tandas Aher.

Hal penting juga disampaikan Aher, pelaksanaan pembangunan gudang bulog tidak terpengaruh dengan tahun anggaran, kalau awal pembangunan dilakukan pada bulan mendatang, maka bisa saja akan selesai pada awal tahun 2015 mendatang. “Pemanfaatan anggaran berbeda dengan pemerintahan, jadi tidak perlu diragukan atau pesimis bisa selesai mengingat waktu, karena Bulog adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelas Aher.

Aher juga berharap semoga dengan adanya pembangunan gudang bulog, tidak ada lagi persoalan petani yang berkaitan dengan harga jual gabah dan semoga Bulog memberikan kontribusi positif bagi petani di Bumi Pariri Lema Bariri ini. “Semoga pembangunan gudang milik bulog sebagai langkah awal bahwa bulog akan membantu petani dalam segala hal, terutama dalam menjaga harga gabah nantinya,” terang Aher. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) masih memberikan izin kepada perusahaan untuk melakukan pengiriman ternak…