Kini, Nelayan Poto Tano Miliki Kapal Ikan Seharga Rp 1,9 M

Poto Tano, KOBAR – Area tangkap nelayan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dalam waktu dekat akan bertambah jauh. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemen-KP) tahun ini menyerahkan bantuan satu unit kapal penangkap ikan kepada Nelayan Poto Tano,  KSB. Dengan daya jangkau operasi hingga berjarak 12 mil laut.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Pulau Pulau Kecil Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) KSB, Noto Karyono SPi, mengatakan, kapal Inka Mina Maritim yang disalurkan pemerintah pusat itu memiliki dimensi panjang 11,6 meter dan lebar 3,8 meter dan kapasitasnya bisa mencapai 20 hingga 25 gross ton (GT). “Harganya Rp 1,9 miliar dan memang khusus diperuntukkan untuk penangkapan ikan ke laut lepas,” jelasnya kepada wartawan.

Untuk peralatan tangkapnya, kapal ini dilengkapi jaring jenis purse seine atau pukat cincin. Dengan jaring itu, nelayan bisa menangkap berbagai jenis ikan plagis baik kecil maupun besar yang hidup di area laut lepas. Seperti misalnya ikan Layang, Tongkol, Kembung dan Cakalang.

Noto menjelaskan, kapal tersebut akan diserahkan ke Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Bersatu di kecamatan Poto Tano. Kapal ini nantinya akan diawaki oleh 10 orang nelayan dengan durasi trip sekali melaut antara satu hingga dua hari. “Kalau perkiraan hasil tangkapnya sekitar 4 sampai 7 ton sekali jalan. Nanti kapal ini akan dioperasikan di perairan laut Flores dan Samudera Indonesia,” paparnya.

Untuk mendukung operasi kapal penangkap ikan bantuan pusat itu, Pemkab Sumbawa Barat akan mensupport alat bantu lainnya. Noto menyebutkan, pada tahun 2016 mendatang DKPP sudah menyiapkan anggaran untuk pembuatan alat bantu rumpon air dalam yang nantinya akan ditempatkan di wilayah perairan KSB yang memiliki potensi ikan berlimpah. “Nah sambil menunggu tahun depan, sementara kalau kapalnya sudah datang rumpon diusahakan oleh nelayan dulu,” katanya, seraya menambahkan jika saat ini bantuan kapal tersebut tengah dilakukan penjemputan di Kupang NTT.

“Informasi yang saya peroleh, sekarang kapalnya sedang diuji kelaikan operasi dan pemanfaatannya sebelum kemudian dibawa oleh penerima ke daerah masing-masing,” sambung Noto.

Ia berharap, hadirnya kapal bantuan pusat itu nantinya dapat menjadi pilot project kegiatan penangkapan ikan laut lepas di daerah. Minimal keberadaannya akan memicu para nelayan lain untuk meningkatkan kapasistas alat tangkap, sehingga bisa menjelajah ke perairan yang lebih jauh. “Selama ini kan nelayan kita terbatas karena armadanya kecil-kecil. Tapi kalau melihat kapal itu, tidak menutup kemungkinan ada nelayan yang punya modal besar tergerak untuk membuat armada lebih besar supaya bisa lebih jauh mencari ikan,” imbuhnya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Sekongkang, KOBAR - Kekurangan air bersih yang dialami warga Sekongkang akibat musim kemarau tahun ini mulai…