);

Kesehatan Hewan Kurban Belum Diperiksa

Sekongkang, KOBAR – Meskipun perayaan Idul Adha 1435 Hijriyah sudah H-5, namun belum ada akktifitas pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dilakukan di kecamatan Sekongkang.

Padahal, tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang telah dibentuk pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) sudah siap bekerja, namun sampai saat ini belum ada laporan masyarakat tentang rencana melakukan pemotongan hewan kurban.

Salah seorang anggota tim pemeriksa kesehatan hewan kurban, Taufiqurrahman kepada media ini mengaku, dalam sepekan terakhir ini belum juga menerima laporan masyarakat tentang rencana pemotongan hewan ternak, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan oleh tim. “Kami masih menunggu laporan masyarakat tentang rencana pemotongan hewan kurban,” ucap Taufik sapaannya.

Taufik juga mengakui jika geliat tahun ini tidak seperti biasanya, dimana pada tahun sebelumnya tim sudah melakukan aktifitas pemeriksaan hewan kurban pada wilayah kecamatan Sekongkang di H-8. “Biasanya kita lebih awal mendapat laporan, sehingga bukan hanya melakukan pendataan, tetapi bisa langsung melakukan pemeriksaan,” lanjut Taufik.

Baca Juga :  Sumbawa Barat Masih Dihantui Malaria

Pada kesempatan itu Taufik berharap kepada masyarakat yang memiliki rencana untuk melakukan pemotongan hewan ternak, agar tidak lupa memberikan laporan kepada tim pemeriksa, sehingga bisa terjun untuk mengecek kondisi hewan kurban tersebut. “Kami bertugas untuk memberikan kepastian bahwa hewan kurban itu layak untuk dikonsomsi, jadi harus dilakukan pemeriksaan sebelum dilakukan pemotongan,” beber Taufik.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Kabid Peternakan pada DKPP KSB Kusmirin S.St menegaskan, hewan yang tersedia saat ini, terutama yang dibeli dari penjual dalam lingkup Bumi Pariri Lema Bariri bisa dikatakan aman untuk dikonsumsi, karena belum ditemukan penyakit yang diderita hewan ternak, bahkan KSB masuk kategori daerah yang aman dari berbagai penyakit ternak, tetapi pengawasan tetap dilakukan untuk mengantisipasinya.

Selama ini penyakit ternak yang sering ditemukan berkisar antara ngorok (SE) dan cacing hati, namun untuk hewan kurban bisa diberikan jaminan. Khusus cacing hati lebih sering ditemukan pada hewan yang belum masuk kategori hewan ternak, sementara ngorok sudah cukup lama tidak ditemukan, karena DKPP cukup intens melakukan vaksin terhadap ternak milik masyarakat. (kman)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Kekeringan yang sudah mulai melanda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi perhatian serius komisi…