Kebutuhan Sayur-Mayur KSB Dipasok Dari Luar Daerah

BKP5K: Daun Singkong dan Kangkung Saja Masih Dari Lombok

Taliwang, KOBAR – Kebutuhan sayur mayur Kabupaten Sumbawa Barat, menurut data yang diterima media ini, adalah 79 persen masih dipasok dari luar daerah. Berbagai jenis komoditi hortikultura yang beredar di pasaran harus dipenuhi dengan mengandalkan kiriman daerah lain. Fakta ini tidak terelakkan sebagai suatu kenyataan dimana masyarakat yang mayoritas petani ini masih sangat konsumtif. Padahal sebaik-baiknya pangan suatu daerah, adalah terpenuhinya pangan daerah itu sendiri secara mandiri.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Sumbawa Barat, Ir Mansyur Sofyan MM, saat dikonfirmasi koran ini tidak memungkiri hal itu. Ia malah membenarkan jika berdasarkan data yang dihimpun pihaknya beberapa tahun terakhir, terungkap hanya 21 persen kebutuhan masyarakat KSB akan produk hortikultura yang bisa dipenuhi petani sendiri.

“Selama ini, kita masih mendatangkan sayuran dari beberapa daerah di NTB, seperti Lombok, Sumbawa dan Bima,” ungkapnya.

Menurutnya, Sumbawa Barat pada dasarnya termasuk alam yang subur dan makmur yang diyakini bisa mengubah kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Saya banyak melihat, hanya untuk kebutuhan daun singkong dan kangkung saja masyarakat harus mengeluarkan uang. Padahal dari kesuburan tanah daerah ini, sudah sepantasnya bisa memproduksi sayur-mayur untuk dijual ke luar daerah. Tidak melulu bergantung dari pasokan daerah lain,” timpalnya.

Untuk itu, Mansyur mengaku tidak mau kondisi itu terus menerus berlangsung. Pihaknya-pun bertekad mendorong para petani untuk meninggalkan ketergantungan itu menjadi kemandirian dengan cara menggalakkan program pemberdayaan petani sayuran. Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan hingga kini terus ditingkatkan.

“Ya, melalui program ini, kita pada tahun 2015 lalu telah membina sedikitnya 2 kelompok tani dengan luas wilayah tanam masing-masing 1 hektare (Demfarm). Kelompok ini awalnya berasal dari pengembangan kelompok skala tanam yang hanya menanam di atas lahan seluas 50 are, yang terbagi dalam plot-plot atau Demplot,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya bahkan sedang membina secara konsisten  2 Demfarm dan 4 Demplot yang tersebar di kecamatan Taliwang, Kecamatan Brang Ene, Kecamatan Maluk dan Kecamatan Sekongkang. Jumlah ini akan ditambah  berdasarkan pengajuan dari jumlah kelompok yang ada.

“Untuk tahun 2016 ini, kita akan menambah jumlah Demfarm yang yang awalnya hanya dikelola 2 Demfarm menjadi 4 Demfarm, dan Demplot yang awalnya 4 Demplot menjadi 8 Demplot binaan,” terangnya.

Masyur juga mempersilahkan, jika ada kelompok tani lainnya yang ingin mengajukan diri sebagai kelompok binaan dengan syarat-syarat, pengajuan harus menyertakan rekomendasi dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan masing-masing, harus berdasarkan penunjukan secara khusus oleh pihak penyuluh dari kecamatan serta telah memilki Surat Keputusan (SK) dari Bupati.

”Ini dilakukan untuk menghindari kelompok tani musiman yang tidak konsisten dalam pengembangan kelompok,” tandasnya. (ktas/krom).

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Untuk menumbuhkembangkan kreatifitas peserta didik, sedikitnya, puluhan siswa Taman Kanak-kanak (TK) Aisyah Taliwang…