);

Kahar: Dishubkominfo Harus Segera Cabut Paku Jalan KTC!

Taliwang, KOBAR – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) selaku pemilik program pemasangan road stud atau paku jalan yang terpasang di sepanjang ruas jalan Kemutar Telu Center (KTC) diminta untuk segera mencabut marka jalan yang telah terpasang itu.

Anggota komisi III DPRD KSB, Kaharuddin Umar kepada media ini mengingatkan, fungsi marka yang terpasang itu hanya untuk ruas jalan dua jalur, sementara ruas jalan KTC satu jalur, sehingga pemasangannya tidak berfungsi sesuai peruntukannya.

“KTC menggunakan satu jalur dengan pemisah taman, sementara alat yang terpasang itu lebih difungsikan untuk pemisah dua lajur, karena alat itu akan terlihat menyala saat terkena sorotan lampu kendaraan, namun kalau dipasang pada ruas satu jalur seperti dalam KTC, maka alat itu tidak berfungsi atau tidak ada gunanya,” cetusnya.

Kahar mengaku sangat mendukung pemasangan paku jalan itu, jika pemasangan dilakukan pada ruas jalan Jendral Sudirman atau jalan Undru, karena ruas jalan itu tergolong padat dan yang penting merupakan lajur dua jalur. “Sangat tepat jika dipasang dari lampu merah simpang selex menuju KTC, jika volume barang tidak banyak, namun kalau jumlah paku jalan itu banyak, maka harus diarahkan untuk jalan sudirman,” lanjutnya lagi.

Baca Juga :  Tidak Ada Insentif Guru Ngaji, TPQ dan Hukum Masjid

Pada kesempatan itu Kahar juga mengaku akan mengkomunikasikan dengan anggota komisi terkait dengan persoalan tersebut, termasuk akan memotori untuk mendesak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu untuk mencabutnya. “Saya minta Dishubkominfo untuk menghentikan pekerjaan dan mencabut kembali yang telah terpasang itu,” desaknya.

Kepala Dishubkominfo KSB, Manawari S.Sos yang ditemui media ini dalam ruang kerjanya mengatakan, paku jalan yang terpasang itu bukan untuk pemisah ruas jalan, tetapi lebih pada bagian penataan ruas jalan dalam KTC, karena alat yang terpasang itu akan menambah keindahan dalam kawasan KTC. “Memang salah satu fungsi alat itu untuk memisah ruas jalan, tetapi pemasangan yang dilakukan bukan difungsikan untuk itu,” bebernya.

Diakui Manawari jika sangat ideal dan bisa berfungsi bagus sebagai pemisah ruas jalan kalau dipasang di jalan sudirman atau diruas jalan Undru, namun hasil investigasi lapangan yang dilakukan, kondisi jalan sudirman yang masih ada bekas teman, termasuk kerusakan yang ada sangat tidak mungkin untuk dilakukan pemasangan, apalagi ada kemungkinan ruas jalan itu akan diperbaiki. “Bisa dilihat sendiri kondisi jalan yang disarankan itu saat ini,” terangnya.

Baca Juga :  Fasilitas Seni Budaya di Sumbawa Barat Sangat Minim

Manawari mengakui sudah memikirkan untuk melakukan pemasangan paku jalan pada ruas jalan sudirman dan jalan undru, namun program itu akan dituang setelah ruas jalan itu selesai diperbaiki.

Hal lain yang disampaikan M Taufik, kabid lalu lintas angkutan darat (LLAJ) saat mendampingi kadishubkominfo, volume pekerjaan tidak mencukupi untuk ruas jalan sudirman, karena jumlah paku jalan yang dipasang hanya 80 biji dengan panjang jalan 800 meter.

Disampaikan juga bahwa keputusan besar sehingga melakukan pemasangan paku jalan dalam area KTC, untuk mengeliminir anak-anak yang sering kebut-kebutan. “Kami sering mendapat laporan bahwa sekitar ruas jalan itu sering digunakan untuk trek-trekan, jadi salah satu langkah yang harus dilakukan dengan cara memasang paku jalan,” ungkapnya. (kimt)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Anggaran untuk perbaikan dan perawatan saluran irigasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk…