HET Elpiji 3 Kg di KSB Rp 16.500

Taliwang, KOBAR – Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji ukuran 3 Kg (Bersubsidi) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah ditetapkan. Penetapan HET tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini. Namun yang terjadi belakangan ini, semenjak SK itu diteken, Elpiji 3 Kg di KSB mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang begitu signifikan di pasaran. Dari harga Rp 30.000, kini mencapai Rp 40.000 per tabung.

Seperti dikeluhkan Nurullah (32), Warga Kelurahan Kuang, kepada awak media ini, bahwa harga Elpiji 3 Kg di pasaran sudah tembus Rp 40.000 per tabung. Ia pun merasa bingung, sementara belum lama ini beredar kabar bahwa harga Elpiji 3 kg telah ditetapkan HET-nya sebesar Rp 16.500 per tabung.

“Kok bisa seperti ini, masyarakat dibuat bingung, katanya harga gas turun tapi malah sebaliknya,” cetus Nurullah.

Dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM (Diskoperindag) KSB, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Rahadian SPd MSi, mengungkapkan, bahwa penetapan HET Elpiji 3 Kg itu telah diterima pihaknya pada akhir Juni lalu. Adapun besaran harga yang ditetapkan di pangkalan seharga Rp 16.500 per tabung.

“Sesuai dengan SK Gubernur tersebut, kami telah melakukan sosialisasi terkait perubahan HET Elpiji 3 Kg. Dan semua pangkalan diminta untuk mematuhinya,” tegas Rahadian.

HET itu dihitung, jelas Rahadian, berdasarkan jarak SPBE dengan lokasi Agen penjualan. Jarak 0 – 60 Km harganya Rp 15.000. Kalau 60 – 120 Km, harganya Rp 15.750, dan jarak lebih dari 120 adalah Rp 16.500. 

“Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang ada di Pulau Sumbawa, berada di Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa, yang berjarak sekitar 150 Km. Sehingga HET yang berlaku di KSB adalah Rp 16.500,” ujar Rahadian.

Ia mengingatkan, jika ada yang menjual lebih tinggi dari HET yang telah ditentukan oleh Pemerintah tersebut, maka pasti ada sangsi hukumnya. Mengingat Elpiji 3 Kg ini adalah barang bersubsidi yang dikhususkan untuk masyarakat ekonomi lemah atau warga miskin.

“Diskoperindag akan tetap melakukan monitoring kepada pengecer atau agen gas. Sehingga tidak ada agen yang akan menjual di atas HET,” tandas Rahadian. (kdon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Setahun lebih sudah tragedi gempa bumi magnitudo 6,9 yang menguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) melanda,…