Hari Ini Alfamart Akan Disegel?

Taliwang, KOBAR – Seluruh unit toko milik Alfamart yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa Barat, namun belum mengantongi Ijin Usaha Toko Modern (IUTM), rencananya akan ditutup paksa oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM). Langkah tegas itu telah ditindaklanjuti dengan melayangkan surat permohonan bantuan kepada Polisi Pamong Praja (Pol PP) selaku eksekutor penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Kepala Disperindagkop dan UMKM, Ir Lalu Muhammad Azhar MM, yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya mengatakan, sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat pihak Alfamart, bahwa syarat untuk mendapatkan IUTM harus rampung sebelum tanggal 20 Agustus lalu, namun sampai batas waktu yang ditetapkan belum juga diserahkan apa yang tertuang dalam pernyataannya. “Kemungkinan kita akan langsung bertindak pada Senin 24/8 (hari ini, red),” tegasnya.

Lalu Azhar juga mengakui bahwa pihaknya sudah melayangkan surat kepada Pol PP untuk meminta bantuan dalam rencana melakukan penutupan paksa alfamart atau sebagai tindakan tegas agar segera melakukan proses mendapatkan IUTM. “Semua pihak telah dikoordinasikan, jadi masih dilihat perkembangan lanjutan, apakah akan langsung disegel atau kita lihat saat harinya nanti, karena saat ini saya masih berada diluar daerah,” lanjut Lalu Azhar melalui telpon selulernya.

Untuk diketahui, jumlah toko alfamart yang sudah beroperasi maupun yang sedang dalam proses persiapan sebanyak 11 lokasi, sementara yang baru mengantongi IUTM baru dua lokasi, masing-masing satu lokasi di Kecamatan Seteluk dan satu lokasi di kecamatan Maluk, sementara 4 lokasi yang berada dalam kota Taliwang, seluruhnya belum mengantongi IUTM. “Yang akan ditindak hanya toko yang belum mengantongi IUTM,” urainya.

Kasat Pol PP yang dikonfirmasi mengaku siap mengambil langkah tegas tersebut, selama proses yang dilaksanakan leading sektor sudah sesuai, namun untuk melakukan eksekusi, pihaknya harus mengkaji Standar Operasional Prosedur (SOP). “Kita lihat dulu, apakah sudah sesuai SOP atau tidak dan yang perlu diketahui bahwa yang memberikan perintah bukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tetapi Bupati,” tandasnya.

SOP yang perlu menjadi perhatian SKPD, bahwa tidak bisa serta merta langsung melakukan eksekusi, namun harus melalui prosedur penyerahan persoalan kepada Pol PP, sehingga Pol PP akan melakukan pendekatan persuasif non yustisi kepada yang bersangkutan, termasuk memberikan limit waktu untuk segera menyelesaikan permasalahannya. Jika sampai batas waktu yang diberikan, maka Pol PP akan langsung mengambil tindakan berupa penyegelan.

Sementara Kusdarmanto selaku Goverment dan Licensi Alfamart kepada media ini mengaku sudah menyerahkan seluruh berkas yang dibutuhkan untuk mendapatkan IUTM. Penyerahan itu sendiri dilakukan sebelum batas waktu yang ditetapkan pihak Disperindagkop dan UMKM. “Justru kami sekarang sedang menunggu proses penerbitan IUTM, karena berkasnya sudah kami serahkan,” akunya. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Kandidat pasangan bakal calon perseorangan Kusmayadi ST, SKM, MM, Mars – Drs Khairuddin…