Harga Beras Belum Stabil, Pemerintah KSB Desak Bulog Gelar Operasi Pasar

Taliwang, KOBAR – Pada pemantauan harga pasar yang dilakukan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), pekan kemarin, masih ditemukan harga jual beras jenis medium terjual cukup tinggi di pasaran. Meskipun beberapa hari terakhir sudah mulai turun, tetapi harga beras masih jauh diatas harga eceran biasanya.

Untuk menormalkan harga jual beras, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah melayangkan surat bernomor 510/05/Perindagkop UMKM/III/2015 yang ditujukan kepada kepala perusahaan umum Bulog Devisi Regional (Divri) Sumbawa untuk menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) dengan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Solusi untuk menjawab masalah harga jual beras saat ini, pemerintah berencana menggelar OPM di seluruh kecamatan, karena dengan intervensi tersebut, bisa menekan harga jual beras, sebab akan terjadi peredaran beras yang lebih banyak, jadi dengan sendirinya harga jual yang masih diatas harga eceran bisa kembali normal,” ucap kepala Disperindagkop dan UMKM, Ir Lalu Muhammad Azhar MM, kemarin.

Banyaknya beras yang diminta kepada pihak Bulog untuk dijual pada OPM sebanyak 50 ton, dengan pertimbangan bahwa seluruh pasar tradisional yang menjadi tempat survey harga sembako menemukan harga jual beras sama-sama diatas harga eceran. “Kita meminta Bulog bisa menggelar OPM dalam minggu ini dengan jumlah beras sebanyak 50 ton dan transaksi jual belinya di seluruh kecamatan,” lanjutnya lagi.

Diakui Lalu Azhar, harga jual beras jenis medium atau beras yang menjadi pilihan masyarakat untuk dikonsumsi pernah tembus sampai Rp 11 ribu perkilo, sementara harga standar eceran sebesar Rp 7,5 ribu perkilo, sehingga terjadi peningkatan harga mencapai 46,67 persen, jadi bisa menjadi pertimbangan untuk digelar OPM. “Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 22/M-DAG/PER/10/2005 menegaskan, jika gejolak kenaikan harga ditingkat konsumen mencapai 25 persen dari harga normal dan berlangsung selama 1 minggu, maka cadangan beras pemerintah yang dikelola perum bulog dapat digunakan untuk pelaksanaan OPM,” bebernya.

Untuk mempercepat proses ditetapkan jadwal pelaksanaan OPM, Disperindagkop dan UMKM akan menyerahkan langsung surat permintaan pemerintah KSB ke perum bulog. “Kami ingin pelaksanaan OPM lebih cepat atau tidak keluar dari minggu ini, sehingga surat akan dibawa langsung,” terangnya.

Masih keterangan Lalu Azhar, sambil menunggu keputusan Perum Bulog, pihaknya akan membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan setempat, agar bisa membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang adanya rencana pelaksanaan OPM, karena masyarakat memiliki hak sebagai pembeli beras murah tersebut. “Kami berharap beras yang akan dijual dengan standar harga bulog sebesar Rp 7 ribu perkilo atau sesuai standar bulog bisa terjual semuanya,” harapnya.

Diakui Lalu Azhar jika beras yang menjadi pilihan untuk dijual melalui OPM adalah beras jenis medium, karena kalau yang akan dijual adalah beras biasa, maka akan mendapat protes warga, sebab beras jenis biasa lebih identik dengan beras miskin dan disampaikan juga bahwa harga beras jenis super tidak mungkin menjadi pilihan, karena beras jenis itu diluar tanggung jawab pemerintah, jika dijual dengan harga tinggi.

Lalu Azhar juga meyakini bahwa harga jual beras akan kembali normal setelah pelaksanaan OPM, apalagi informasi yang diterima jika dalam beberapa pekan akan ada panen raya padi, sehingga jumlah beras yang akan beredar akan lebih banyak. “Kalau ada panen pasti harga jual beras akan turun, apalagi ada juga pelaksanaan OPM,” tandasnya.

Untuk beberapa sembako lain, Lalu Azhar memastikan masih dalam harga normal, bahkan dalam pemantauan seminggu ini saja tidak ada yang mengalami kenaikan, bahkan cenderung menurun. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Terpal yang dipasang di atap gedung Graha Fitrah untuk mengantisipasi rembesan air penyebab…