);

Harap Diseriusi Ungkap Ijazah Sukardi

Taliwang, KOBAR – Suryati selaku pelapor tentang indikasi penggunaan ijazah palsu yang dilakukan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sukardi berharap kepada Polres KSB untuk serius melakukan pembuktian terhadap laporannya.

Diakui Suryati, dirinya telah dimintai keterangan sebagai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Polres KSB, namun sampai saat ini belum lagi mendengar apa bentuk langkah yang dilakukan pihak penyidik, termasuk melakukan konfrontir kembali pasca memberikan keterangan. “Saya tidak tahu apa yang sedang dilakukan Polres dengan laporan itu, jadi saya hanya berharap diseriusi laporan itu,” pinta Suryati.

Disampaikan Suryati, harapan diseriusi itu untuk menjawab kecurigaan selama ini bahwa ijazah yang dipergunakan sebagai berkas pencalonan sebagai anggota DPRD KSB beberapa waktu lalu adalah palsu. “Saya tidak bisa memvonis bahwa ijazah itu palsu, tetapi kuat dugaan memang tidak benar, jadi langkah yang dilakukan dengan menyerahkan kasusnya ke pihak kepolisian,” timpalnya.

Baca Juga :  Mendagri Batalkan 4 Perda, Gubernur Batalkan 4 Perda

Suryati juga mengaku akan segera mendatangi Mapolres KSB untuk mendapatkan informasi awal terkait dengan laporan itu, termasuk untuk mendapatkan keterangan sudah sejauhmana langkah yang dilakukan penyidik polres. “Masih saya lihat waktu yang tepat untuk mendatangi Polres KSB untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut,” lanjutnya.

Jika merujuk dari pemberitaan melalui media yang beredar di KSB, Suryati mengaku apresiasi terhadap penyidik Polres KSB, dimana telah melakukan penyitaan terhadap berkas di Komisi Pemilihan Umum (KPU) KSB, termasuk informasi telah mendatangi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bima selaku pihak yang bertanggung jawab atas ijazah paket C tersebut, bahkan telah meminta keterangan pemilik BKPM.

“Itu adalah langkah cepat dan tepat yang dilakukan penyidik Polres KSB untuk mengungkap kasus tersebut, sehingga kedepan ada pembuktian terhadap indikasi dan sangkaan kami,” terangnya.

Informasi yang berhasil diterima media ini, penyidik Polres yang berangkat ke Bima pada Rabu 17/9 kemarin telah mengambil BAP terhadap mantan Kadispora maupun yang menjabat saat ini, termasuk pemilik BKPM, hanya saja hasilnya harus diekspos secara terbuka oleh pimpinan. (kimt)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) diduga telah mengklaim tanah milik masyarakat di empat (4)…