Gapensi Minta Pemerintah Berdayakan Kontraktor Lokal

Syaiful: Tidak Boleh Ada Tebang Pilih dan Pilih Kasih

Taliwang, KOBAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan untuk  lebih memperhatikan keberadaan kontraktor lokal, juga dengan para pengusaha yang bergerak di bidang lain. Sebab sebagai salah satu penggerak roda ekonomi di daerah, pengusaha wajib diberdayakan dengan memberikan mereka kesempatan berkarya di bidangnya masing-masing.

“Tidak boleh ada tebang pilih dan pilih kasih, apalagi upaya tabrak dinding dengan mengabaikan para pengusaha lokal dan memberikan porsi besar-besaran kepada pengusaha luar daerah. Semua punya hak untuk mencari nafkah di negeri ini, tapi perlu juga dijunjung etika dari sisi otonomi daerah yang tujuannya untuk lebih mensejahterakan masyarakat di daerah ini,” tegas Ketua BPC Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sumbawa Barat, Syaifullah SPt, seusai menggelar rapat anggota Gapensi KSB dan Silaturrahmi dengan Ketua BPD Gapensi NTB, H  Faurani SE MPA, di hotel IFA Taliwang, Senin (19/9).

Ia menilai, begitu banyak proyek penunjukan langsung  (PL) di pemerintah daerah, masih jauh dari harapan para kontraktor lokal. Bahkan selama ini hanya ada sekitar puluhan kontraktor lokal anggota Gapensi yang tercatat menangani kegiatan tersebut.

“Saat ini kontraktor lokal yang menjadi anggota Gapensi  mencapai 162 badan usaha. Dari jumlah itu hanya ada sekitar 70 kontraktor saja yang menangani proyek-proyek yang ada. Selebihnya masih belum diberikan kesempatan,” imbuhnya.

Syaiful, yang juga Ketua DPC Partai Golkar Sumbawa Barat, mengaku, pihaknya seringkali mendapat laporan maupun keluhan dari kontraktor lokal tentang minimnya pelibatan mereka.

“Seharusnya jangan ada kontraktor yang diberikan lebih dari 5 hingga 6 pekerjaan. Tapi yang harus dilakukan ialah duduk bersama dengan semua kontraktor, kemudian lakukan komunikasi dengan baik sehingga tidak ada yang merasa tidak diberdayakan,” imbuhnya.

Disisi lain, ia juga meminta kepada para kontraktor lokal untuk tidak mudah meminjamkan atau menyewakan perusahaannya kepada pihak lain. Menurutnya, kebiasaan tersebut akan merusak citra para kontraktor lokal sendiri.

“Jangan juga kontraktor lokal ini ingin mengerjakan semua pekerjaan. Karena jika tidak sesuai dengan keahliannya, kualitas pengerjaanya bisa tidak bagus juga,” tukasnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua BPD Gapensi NTB, H Faurani SE MPA, dimana begitu banyak proyek pengadaan barang dan jasa di pemerintah daerah, namun perberdayaan pengusaha lokal masih jauh dari harapan.

“Kontraktor lokal harusnya bisa menjadi tuan di daerah sendiri, paling tidak mendapatkan porsi yang sejajar dengan kontraktor lain dari luar daerah,” katanya.

Namun untuk mendapat pekerjaan tersebut, para pengusaha juga wajib mematuhi regulasi yang ada. Pihaknya berkomitmen siap membantu, agar segala kebutuhan regulasi untuk bisa ikut dalam lelang barang dan jasa khususnya di pemerintah daerah tidak terkendala.

“Tantangan sekarang makin berat. Kalau tidak profesional maka akan sulit mendapatkan pekerjaan. Terlebih sekarang sudah masuk era masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang menjadikan tingkat persaingan makin ketat di beberapa bidang,” ujarnya.

Selain profesional, lanjutnya, para rekanan juga diminta untuk mematuhi ketentuan yang ada dalam peraturan pengadaan jasa konstruksi. Hal itu diperlukan agar para rekanan tidak tersangkut dengan permasalahan hukum ketika melakukan pekerjaan. Juga harus bisa melaksanakan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas dan melaksanakannya sesuai batas waktu yang sudah ditentukan.

”Hal-hal inilah yang harus menjadi perhatian para rekanan. Dan, kita harapkan semua rekanan atau kontraktor, termasuk yang tergabung dalam Gapensi bisa memperhatikan masalah ini,” tukasnya.

Ia menambahkan, selain bersilaturrahmi, kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk membahas semua kendala-kendala yang terjadi di daerah dan aturan-aturan baru yang selama ini kurang dipahami.

“Kita sebagai keluarga besar Gapensi memang harus memikirkan semua kendala-kendala yang ada di daerah dan membahasnya bersama-sama. Terutama dengan adanya peraturan baru yang kurang dipahami,” ujarnya, seraya menambahkan, selain menjadi ajang bertukar pikiran, silahturahmi seperti ini memang sudah menjadi agenda rutin pihaknya setiap tahun.

“Pertemuan ini juga sifatnya ingin menggali lebih banyak, apa saja perkembangan atau aturan-aturan baru yang kurang jelas dipahami, untuk dapat langsung didiskusikan. Kita harapkan dengan kegiatan ini, sekaligus untuk mengoreksi kinerja dan meminta masukan dari anggota Gapensi yang ada. Sehingga semua masukan yang diperoleh bisa memperbaiki kinerja kita dan anggota kedepannya,” pungkasnya. (ktas)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Gong pesta demokrasi di tingkat Desa sudah ditabuh, hingga diharapkan tidak ada pihak tertentu yang…