);

Fasilitas Seni Budaya di Sumbawa Barat Sangat Minim

“Rumah Adat Tak Kunjung Berdiri”

Taliwang, KOBAR – Kegagalan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada 2015, dalam membangun fasilitas seni budaya (Rumah Adat, red), yang kini tinggal batu pondasi, berdampak sampai sekarang. Para pelaku seni dan budaya sangat membutuhkan panggung, untuk mengembangkan bakat dan minat masyarakat Sumbawa Barat, khususnya di bidang seni dan budaya.

“Sampai dengan sekarang tidak ada pembicaraan terkait pembangunan Rumah Adat. Kecuali kalau kita berbicara kebutuhan pelaku seni, tentu kita sangat membutuhkan bangunan dan fasilitas Seni Budaya di tana pariri lema bariri ini,” ungkap Sajadah SSos MSi, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KSB, saat ditemui media ini, baru-baru ini.

Ia  menambahkan, bahwa ternyata apresiasi seni Budaya di Sumbawa Barat sangat tnggi, Cuma pangung dan fasilitasnya sangat minim. Contoh, baru ada taman Tiang Nam atau panggung portabel yang dipasang di Alun-Alun kota Taliwang.

Baca Juga :  PTAMNT Dituding Pelit Soal Urusan Dana Pendidikan

“Alun-Alun itu belum dikelola dengan maksimal sebagai pusat keramaian siang, sore maupun malam. Bahkan sampai hari ini Alun-alun masih digunakan sebagai tempat olahraga, karena itulah satu-satunya tontonan dan suguhan yang bisa dikelola,” imbuh ajad, akrab ia disapa.

Dilanjutkan Ajad, kalau berbicara bangunan, entah itu Rumah Adat, musium, arena budaya atau apapun namanya. Tapi hari ini jika ditanya terkait Rumah Adat. Dibutuhkan atau tidak, jelas sangat dibutuhkan fungsinya dari bangunan tersebut, untuk pengembangan bakat dan minat anak-anak, pemuda dan masyarakat Sumbawa Barat.

“Silakan nanti Pimpinan Daerah, melihat Rumah Adat itu fungsinya sebagai tempat ekspresi Seni Budaya kah, tempat pelatihan atau musium kah. Intinya keterkaitan dengan kesenian dan kebudayaan di Sumbawa barat. Disamping juga, Pemerintah sejujurnya belum terlalu paham kebutuhan penggiat dan pelaku Seni Budaya di tana pariri lema bariri ini. Faktanya, bangunan dan fasilitas seni budaya di KSB sangat-sangat minim dan memprihatinkan. Dan ini harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah, dalam memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan pengiat dan pelaku seni budaya secara maksimal,” tutupnya. (kras)

Bagikan di :

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Keberadaan toko retail modern yang semakin menjamur disadari atau tidak mengancam pedagang pasar dan toko…