DPRD Ngotot Dorong Smelter Newmont Dibangun di KSB

Nasir: Smelter Akan Picu Pembangunan Daerah Penghasil

Taliwang, KOBAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus bergerak membangun komunikasi dan lobby agar KSB ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Smelter Newmont. Sebelumnya, lembaga politik itu telah melayangkan surat resmi yang ditujukan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), ditembuskan ke beberapa kementerian, termasuk pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Beberapa waktu lalu, komisi III DPRD KSB yang didampingi ketua DPRD KSB telah mendatangi Kemen-ESDM untuk mempertanyakan, apakah surat permohonan penetapan KSB sebagai lokasi pembangunan smelter telah diterima dan kedatangan rombongan juga untuk mendapatkan penjelasan secara langsung tentang kemungkinan lain yang akan menjadi keputusan nantinya.

“Kami memang mendatangi Kemen-ESDM untuk menyampaikan tentang harapan masyarakat, agar perusahaan pengolahan konsentrat (smelter) yang diproduksi PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) dapat dibangun di KSB, dengan pertimbangan sebagai kabupaten penghasil,” beber Muhammad Nasir ST MM, ketua DPRD KSB, saat ditemui dalam ruang kerjanya, kemarin.

Pada kesempatan itu Nasir juga menegaskan, ikhtiar maksimal yang sedang dilakukan DPRD KSB akan menjadi salah satu solusi dalam memecahkan masalah tenaga kerja selama ini, karena dengan penetapan KSB sebagai lokasi pembangunan smelter, maka dengan sendirinya akan ada perekrutan tenaga kerja yang cukup banyak, jadi ada peluang besar bagi generasi muda untuk mendapatkan kesempatan kerja. “Poin penting yang kami sampaikan saat pertemuan dengan pihak Kemen-ESDM, KSB adalah kabupaten penghasil, jadi perlu dipertimbangkan untuk dijadikan areal pembangunan smelter Newmont,” bebernya.

Nasir mengakui bahwa komisi III saat itu mendesak pihak kemen-ESDM untuk melakukan kajian secara komperehensif serta melakukan analisa yang mendalam sebelum menetapkan lokasi pembangunan pabrik, namun tetap didesak untuk bisa menyetujui keinginan masyarakat KSB, seperti yang diberikan kepada masyarakat Papua, dimana pembangunan smelter untuk pengolahan hasil produksi Freeport diberikan kepada kabupaten penghasil.

Nasir mengatakan bahwa harapan masyarakat yang disampaikan dalam pertemuan itu mendapat respon baik dari pihak Kemen-ESDM dan mereka berjanji sebelum menetapkan lokasi pembangunan  smelter akan melakukan kajian dimaksud. “Pihak Kemen-ESDM berjanji akan melakukan kajian lebih dulu sebelum menetapkan lokasi, jadi harapan bersama, semoga KSB bisa terpilih,” harapnya.

Pada pertemuan itu sempat juga disinggung masalah perpanjangan ijin pengiriman konsentrat untuk PTNNT, karena sangat diharapkan bisa diberikan ijin tersebut, sehingga perusahaan pertambangan asal negeri Paman Sam itu bisa melanjutkan aktifitas penambangannya. “Ada masalah yang akan dihadapi oleh KSB jika perusahaan itu tidak lagi beroperasi, sehingga dalam pertemuan itu diminta untuk dipertimbangkan untuk diberikan perpanjangan ijin,” ungkapnya.

Selain itu juga Nasir meminta kepada pihak Newmont untuk memberikan dukungan atas keinginan masyarakat dan pemerintah KSB agar lokasi pembangunan pabrik pemurnian terhadap konsentrat berada di Bumi Pariri Lema Bariri. (kimt)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Taliwang, KOBAR - Sikap tidak konsisten yang ditunjukkan ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW…