DKPP KSB Batasi Pengiriman Ternak Ke Luar Daerah

Kusmirin: Tahun Ini Hanya 2.000 Ekor

Taliwang, KOBAR – Perkembangan populasi ternak di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) cukup signifikan. Buktinya, mampu menjaga dan menjawab kebutuhan pasar setempat menyangkut masalah daging meskipun harus mengirimkan ribuan ekor ternak ke luar daerah untuk memenuhi permintaan pasar nasional.

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Kusmirin SSt, mengatakan, kuota pengiriman ternak untuk tahun 2016 sebanyak 2.000 ekor. Jumlah ini jauh menurun jika dibandingkan dengan angka pengiriman tahun 2015 lalu yang mencapai 2.500 ekor.

“Tahun ini menurun. Namun, ada baiknya juga, sehingga kebutuhan daging di pasar lokal bisa stabil. Apalagi, banyak pengusaha atau industri kecil yang menggunakan daging sebagai bahan baku jenis usaha. Seperti penjual Cilok yang semakin menjamur, home indutri jenis abon dan juga rumah makan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, daging seakan menjadi kebutuhan yang wajib dan tak boleh kurang. Secara tidak langsung, hampir puluhan ekor ternak harus disembelih tiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Selain menjawab kebutuhan konsumen, terang Kusmirin,  pembatasan kuota pengiriman dilakukan agar peternak sapi disesuaikan dengan populasi sapi di KSB sendiri, sehingga produksi sapi bisa berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Untuk menjaga populasi, pemerintah juga intens melakukan pengecekan sebelum dikirim. Termasuk melarang keras peternak untuk mengirim sapi betina produktif. Hal itu dilakukan, karena terkadang peternak mengirim sapi betina yang masih produktif.

“Kadang peternak menjual maupun mengirim sapi betina yang masih dalam usia produktif, tapi mereka beralasan sudah afkir, sehingga harus dilarang menjual sapi betina produktif. Pasalnya, cukup berdampak. Jika setiap pemotongan 100 betina produktif berpotensi menghilangkan kesempatan tambahan populasi dan kelahiran sebanyak 60 ekor sapi,” bebernya.

Menurutnya, penyelamatan sapi betina produktif merupakan tindakan nyata yang tak dapat ditunda-tunda. Jika potensi dan populasi ingin terus berkembang.

Khusus terhadap pengiriman ternak, sambung Kusmirin, pemerintah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan dalam daerah yang nilai investasinya mencapai puluhan juta rupiah. (kjon)

KOMENTAR

Komentar

You May Also Like

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

MEMBIDIK REALITAS TERSERAK
Brang Ene, KOBAR - Lelaki paruh baya, warga Desa Kalimantong Kecamatan Brang Ene, yang sebelumnya dikabarkan…